PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat konektivitas antardaerah lewat layanan kereta api jarak jauh. Salah satu yang paling menonjol adalah KA Blambangan Ekspress relasi Pasar Senen-Ketapang pulang pergi, yang saat ini tercatat menempuh jarak 1.031 kilometer.
Rute tersebut menjadikannya sebagai perjalanan kereta api terpanjang di Indonesia. Sepanjang lintasan, kereta ini melintasi jalur utara Pulau Jawa dan menghubungkan sejumlah kota besar sebelum tiba di Banyuwangi, wilayah paling timur di Jawa.
Rute dari Jakarta ke Ujung Timur Jawa
KA Blambangan Ekspress berangkat dari Pasar Senen di Jakarta dan bergerak menuju Ketapang, Banyuwangi. Perjalanan ini melewati kota-kota penting seperti Cirebon, Semarang, dan Surabaya, sehingga menjadi salah satu rute lintas pulau yang paling strategis di jaringan KAI.
Jarak 1.031 kilometer membuat perjalanan ini bukan hanya panjang secara fisik, tetapi juga penting dari sisi konektivitas. Rute tersebut mempertemukan mobilitas bisnis, perjalanan keluarga, dan wisata dalam satu layanan yang sama.
Minat Penumpang Tetap Tinggi
Pada Triwulan I 2026, KA Blambangan Ekspress telah melayani 121.699 pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa moda kereta api masih menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat yang membutuhkan perjalanan jarak jauh dengan kenyamanan dan kepastian waktu.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut perjalanan panjang ini memberi pengalaman berbeda bagi penumpang. Ia menilai rute tersebut menghadirkan ragam lanskap dan karakter wilayah yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.
“KA Blambangan Ekspres membawa pelanggan melintasi banyak kota dan lanskap yang beragam. Dari hiruk pikuk Jakarta hingga suasana pesisir Banyuwangi, perjalanan ini menjadi bagian dari pengalaman yang bisa dinikmati sepanjang jalur rel yang indah,” ujar Anne.
Kinerja Ketepatan Waktu Meningkat
Selain soal jarak, kualitas layanan juga menjadi perhatian utama KAI. Pada Triwulan I 2026, tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance untuk keberangkatan penumpang mencapai 99,69 persen, sementara kedatangan berada di angka 97,67 persen.
Capaian itu lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Saat itu, OTP keberangkatan tercatat 99,24 persen dan kedatangan 95,44 persen, sehingga ada perbaikan yang cukup jelas pada layanan operasional.
Berikut perbandingan singkat kinerja ketepatan waktu:
- Keberangkatan Triwulan I 2025: 99,24 persen
- Kedatangan Triwulan I 2025: 95,44 persen
- Keberangkatan Triwulan I 2026: 99,69 persen
- Kedatangan Triwulan I 2026: 97,67 persen
Peningkatan ini penting, terutama untuk layanan jarak jauh seperti Blambangan Ekspress yang menempuh perjalanan lintas provinsi. Kepastian jadwal membuat penumpang lebih mudah menyusun agenda lanjutan setibanya di tujuan.
Banyuwangi Makin Dilirik Wisatawan
Kenaikan minat menggunakan KA Blambangan Ekspress juga sejalan dengan tren kunjungan ke Banyuwangi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi, jumlah wisatawan nusantara pada Triwulan I 2026 mencapai sekitar 1,3 juta perjalanan.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sekitar 9 ribu kunjungan. Data tersebut memperlihatkan bahwa Banyuwangi tetap menjadi daerah tujuan wisata yang kuat di wilayah timur Jawa.
Akses transportasi yang semakin mudah menjadi salah satu faktor pendukungnya. KA Blambangan Ekspress memberi alternatif perjalanan langsung dari Jakarta dan kota-kota besar lain di Pulau Jawa menuju berbagai destinasi unggulan di Banyuwangi.
Beberapa destinasi yang kerap menjadi tujuan wisatawan antara lain:
- Kawah Ijen
- Pantai Pulau Merah
- Taman Nasional Baluran
Layanan Jarak Jauh yang Tetap Nyaman
KA Blambangan Ekspress menyediakan kelas eksekutif dan ekonomi untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh. KAI menyiapkan fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang, termasuk kursi ergonomis dan kabin yang dirancang agar perjalanan panjang tetap terasa lebih nyaman.
Untuk rute sejauh 1.031 kilometer, unsur kenyamanan menjadi sangat penting. Penumpang membutuhkan ruang duduk yang baik, suasana kabin yang tertib, dan waktu tempuh yang dapat diprediksi agar perjalanan terasa lebih efisien.
Peran Kereta Api dalam Mobilitas dan Pariwisata
KAI menegaskan komitmennya untuk menjaga layanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu. Perusahaan melihat kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penghubung penting antara pusat aktivitas ekonomi dan daerah tujuan wisata.
Dalam konteks Banyuwangi, keberadaan layanan seperti KA Blambangan Ekspress membantu memperkuat arus wisatawan dan mobilitas masyarakat. Konektivitas yang lebih luas memberi peluang lebih besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah.
Anne Purba menyampaikan bahwa setiap perjalanan yang dihadirkan KAI memiliki cerita dan tujuan yang berbeda. Ia menekankan pentingnya pengalaman yang lebih tenang, lebih nyaman, dan konsisten bagi pelanggan sejak berangkat hingga tiba di tujuan.
Dengan jarak tempuh 1.031 kilometer, KA Blambangan Ekspress kini bukan hanya dikenal sebagai rute kereta terpanjang di Indonesia, tetapi juga sebagai layanan yang menunjukkan bagaimana jaringan rel di Pulau Jawa terus memainkan peran penting dalam menghubungkan Jakarta, kota-kota besar di jalur utara, dan Banyuwangi sebagai pintu gerbang wisata Jawa Timur.
Source: mediaindonesia.com