ISPA berulang pada anak bukan sekadar gangguan napas biasa. Kondisi ini bisa berdampak pada tumbuh kembang bila terjadi terus-menerus, terutama jika anak jadi lebih sering sakit, nafsu makan menurun, dan aktivitas hariannya terganggu.
Dokter menilai, anak yang kerap mengalami infeksi seperti ISPA berisiko memiliki kurva pertumbuhan yang tidak optimal. Saat tubuh terus melawan infeksi, energi dan nutrisi yang seharusnya dipakai untuk tumbuh justru lebih banyak digunakan untuk pemulihan.
ISPA berulang bisa mengganggu pertumbuhan anak
Dalam edukasi kesehatan bertajuk Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga, dr. Clavelina Astriani, senior Medical Affairs Manager M10 PT. Combiphar, menegaskan bahwa penyakit yang sering dialami anak dapat memengaruhi proses tumbuh kembang. Ia menyebut kondisi itu tidak hanya berlaku pada ISPA, tetapi juga penyakit lain seperti diare.
“Anaknya sakit apapun, mau ISPA, diare, dan lainnya, kalau sering sakit, kurva pertumbuhan dia akan terhambat,” ujar dr. Clavelina di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Pernyataan itu sejalan dengan pemahaman medis bahwa pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi, kualitas istirahat, dan kondisi kesehatan secara umum. Jika infeksi muncul berulang, tubuh anak menghadapi beban tambahan yang dapat mengurangi efektivitas pemanfaatan nutrisi untuk tinggi dan berat badan.
Mengapa infeksi berulang dapat berdampak pada tumbuh kembang?
Saat anak terserang ISPA, sistem imun bekerja melawan virus, bakteri, atau jamur penyebab infeksi. Pada fase ini, tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk proses pemulihan dan perbaikan jaringan.
Dalam kondisi demikian, asupan gizi yang masuk tidak seluruhnya dipakai untuk menunjang pertumbuhan. Anak juga bisa mengalami penurunan nafsu makan, tidur yang tidak nyenyak, hingga aktivitas fisik yang berkurang, yang semuanya dapat memengaruhi pertumbuhan bila terjadi berulang.
Berikut faktor yang dapat membuat ISPA berulang lebih berisiko mengganggu tumbuh kembang:
- Anak lebih sering kehilangan nafsu makan saat sakit.
- Tubuh lebih banyak memakai energi untuk melawan infeksi.
- Waktu tidur dan istirahat menjadi tidak optimal.
- Aktivitas bermain dan stimulasi harian berkurang.
- Infeksi yang berulang dapat membuat berat badan sulit naik sesuai usia.
ISPA pada anak mudah menular
ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang umum terjadi pada anak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur, dan penularannya dapat terjadi dengan mudah melalui kontak langsung maupun tidak langsung.
Karena sifatnya menular, ISPA kerap muncul di lingkungan rumah, sekolah, atau tempat bermain yang padat. Musim pancaroba juga sering membuat kasus infeksi saluran napas meningkat karena perubahan cuaca dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Tanda anak perlu mendapat perhatian lebih
Orang tua perlu mewaspadai jika ISPA datang berulang dalam waktu berdekatan. Kondisi ini perlu diperhatikan lebih serius bila disertai gangguan makan, penurunan berat badan, atau anak tampak lebih lemas dari biasanya.
Beberapa tanda yang patut dicermati antara lain:
- Batuk, pilek, atau demam yang sering kambuh.
- Anak tampak mudah lelah dan kurang aktif.
- Berat badan sulit naik sesuai grafik pertumbuhan.
- Nafsu makan menurun dalam periode yang cukup lama.
- Anak tampak sering absen dari aktivitas harian karena sakit.
Jika gejala terjadi berulang, orang tua sebaiknya tidak hanya fokus pada obat pereda gejala, tetapi juga mencari penyebab yang mendasari. Evaluasi dari tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan apakah ada faktor lain seperti alergi, asupan gizi yang kurang, atau paparan infeksi yang terus-menerus.
Pencegahan tetap jadi kunci
dr. Clavelina menekankan pentingnya menjaga anak agar tidak mudah sakit supaya pertumbuhan tetap optimal. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan, memberi asupan gizi seimbang, dan memastikan anak cukup istirahat dapat membantu menekan risiko infeksi.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan orang tua meliputi:
- Mengajarkan anak mencuci tangan secara rutin.
- Menjaga kebersihan mainan, alat makan, dan area rumah.
- Memberikan makanan bergizi seimbang sesuai usia.
- Memastikan anak cukup tidur dan tidak kelelahan.
- Membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit bila memungkinkan.
- Memantau berat dan tinggi badan secara berkala.
Gizi dan istirahat ikut menentukan pulihnya anak
Pemenuhan gizi menjadi penting karena anak membutuhkan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk mendukung sistem imun dan pertumbuhan. Saat anak sering terkena ISPA, orang tua perlu memastikan asupan tetap masuk walau porsi makan mungkin menurun sementara.
Tidur yang cukup juga tidak kalah penting. Saat tidur, tubuh anak menjalankan proses pemulihan dan pertumbuhan, sehingga gangguan tidur akibat batuk atau pilek dapat ikut menghambat pemulihan dan perkembangan fisik.
Kapan perlu memeriksakan anak?
Anak yang mengalami ISPA berulang sebaiknya diperiksa bila keluhan tidak membaik, muncul sesak napas, atau berat badan menurun. Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika anak tampak lebih sering sakit dibandingkan anak seusianya.
Dokter dapat menilai apakah infeksi yang terjadi masih dalam batas wajar atau perlu penanganan lebih lanjut. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan dibutuhkan untuk melihat kondisi gizi, daya tahan tubuh, atau kemungkinan penyakit lain yang menyertai.
Pada praktiknya, orang tua perlu memandang ISPA berulang bukan hanya sebagai gangguan sementara, tetapi juga sebagai sinyal bahwa tumbuh kembang anak bisa terpengaruh jika kondisi ini terus terjadi. Pemantauan kesehatan, pencegahan infeksi, dan memastikan asupan gizi harian tetap baik menjadi langkah penting agar anak dapat tumbuh sesuai tahap usianya.
Source: www.medcom.id