8 CJH Pandeglang Gagal Berangkat, Mahram dan Kematian Jadi Penentu

Sebanyak delapan calon jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang dipastikan tidak ikut berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Pembatalan itu terjadi karena dua faktor utama, yakni persoalan administratif terkait mahram dan satu kasus meninggal dunia sebelum masa pemberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pandeglang, Supardi, menyebut seluruh kasus tersebut sudah diverifikasi dan masuk kategori batal tunda. Dari total 942 jemaah yang terdata, delapan orang dinyatakan batal atau ditunda karena beberapa kendala yang tidak memungkinkan keberangkatan mereka dilanjutkan sesuai jadwal.

Penyebab pembatalan keberangkatan

Masalah mahram masih menjadi salah satu kendala yang kerap muncul dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kondisi ini terutama menyangkut jemaah perempuan yang harus didampingi sesuai ketentuan, sehingga ketika pendamping tidak siap atau berhalangan, keberangkatan tidak bisa diproses lebih lanjut.

Selain itu, ada pula calon jemaah yang wafat sebelum jadwal keberangkatan tiba. Situasi tersebut otomatis menggugurkan status keberangkatan karena jemaah yang bersangkutan tidak lagi dapat melanjutkan proses ke Tanah Suci.

Supardi menegaskan bahwa pihaknya berharap tidak ada tambahan pembatalan lagi menjelang hari keberangkatan. Ia menekankan agar seluruh jemaah lain tetap bisa berangkat sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Jadwal keberangkatan tetap berjalan

Meski ada delapan jemaah yang batal, kondisi itu disebut tidak mengganggu kesiapan keberangkatan secara umum. Kuota jemaah tetap terpenuhi, dan proses pemberangkatan dipastikan berjalan sesuai rencana yang telah disusun.

Calon jemaah haji asal Pandeglang akan dibagi ke dalam kloter 13, 17, dan 22. Mereka dijadwalkan mulai terbang pada 9 Mei 2026 melalui embarkasi Pondok Gede.

Jemaah yang masuk kategori tunda masih memiliki peluang untuk berangkat pada musim haji berikutnya. Namun, peluang itu tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan yang berlaku saat jadwal pemberangkatan berikutnya tiba.

Kesiapan fisik jadi perhatian

Di tengah proses keberangkatan yang terus disiapkan, Supardi mengingatkan pentingnya kondisi kesehatan jemaah. Ia menilai ibadah haji memerlukan ketahanan fisik yang baik karena seluruh rangkaian ibadah menuntut aktivitas tubuh yang cukup tinggi.

Karena itu, jemaah diminta menjaga kesehatan sejak sebelum berangkat agar bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Harapan pihak kantor haji di Pandeglang juga sederhana, yakni seluruh jemaah yang diberangkatkan bisa pulang dalam jumlah yang sama tanpa ada pengurangan.

Dengan komposisi awal 942 jemaah dan delapan yang batal tunda, perhatian kini tertuju pada kelancaran keberangkatan kloter-kloter dari Pandeglang serta kesiapan fisik para calon tamu Allah yang akan menempuh ibadah haji pada musim 2026.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version