Lembaga Survei Muda Bicara ID menempatkan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai gubernur berkinerja terbaik di Pulau Sulawesi versi anak muda dengan raihan 7,00%. Penilaian itu muncul dalam Survei Nasional Q1 2026 yang memotret persepsi generasi muda terhadap kinerja gubernur di 38 provinsi.
Anwar juga menjadi satu-satunya wakil Sulawesi yang masuk 10 besar gubernur berkinerja terbaik secara nasional. Capaian itu memperlihatkan adanya perhatian besar dari kelompok muda terhadap arah kebijakan daerah, terutama pada isu pembangunan dan dampaknya bagi masa depan ekonomi.
Posisi Anwar Hafid di hasil survei nasional
Dalam rilis Muda Bicara ID, Anwar Hafid berada di peringkat keenam secara nasional dengan 7,00%. Di atasnya ada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dengan 18,50%, Gubernur Jakarta Pramono Anung dengan 17,30%, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 17,10%.
Posisi berikutnya ditempati Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X sebesar 15,00% dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebesar 7,20%. Di bawah Anwar, ada Mahyedi Ansharullah dari Sumatera Barat dengan 6,20%.
Mengapa Gen Z memberi penilaian positif
Survei itu menunjukkan generasi muda tidak hanya menilai popularitas kepala daerah, tetapi juga hasil nyata dari kebijakan yang dijalankan. Dalam kasus Anwar Hafid, apresiasi datang dari konsistensi pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur dan penguatan ekonomi lokal.
Salah satu faktor yang ikut mengangkat citranya adalah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang terdorong hilirisasi nikel. Kebijakan tersebut dinilai memberi dampak langsung pada geliat ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi generasi muda.
“Anwar Hafid dinilai membawa semangat pembangunan daerah yang konsisten, khususnya di sektor infrastruktur dan ekonomi lokal yang sedang tumbuh pesat berkat hilirisasi nikel,” demikian kutipan rilis nasional Muda Bicara ID.
Program Berani Cerdas dan Berani Sehat jadi sorotan
Kinerja Anwar Hafid juga dikaitkan dengan pelaksanaan Program Berani Cerdas dan Berani Sehat. Berani Cerdas merupakan program beasiswa pendidikan untuk siswa jenjang SMA dan setara serta SLB.
Sementara itu, Berani Sehat memberi layanan kesehatan gratis dengan cukup menunjukkan KTP Sulteng, tanpa melihat status kepesertaan atau tunggakan BPJS. Hingga kini, 19.000 siswa tercatat menerima manfaat dari Berani Cerdas dan 164.627 warga telah memanfaatkan Berani Sehat.
Program-program tersebut memperlihatkan fokus kebijakan pada dua kebutuhan dasar yang dekat dengan kehidupan masyarakat muda dan keluarga mereka. Dalam konteks penilaian Gen Z, hasil semacam ini sering menjadi ukuran penting karena dampaknya terasa langsung.
Dampak pada indikator pembangunan daerah
Data Badan Pusat Statistik Sulteng juga mencatat Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 72,82. Angka itu naik 0,58 poin atau 0,80 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut terjadi pada seluruh dimensi pembentuk IPM. Hal ini memperkuat gambaran bahwa kebijakan pembangunan di daerah mendapat respons positif, baik dari sisi layanan publik maupun peluang ekonomi.
Muda Bicara ID menyebut survei nasional itu dirancang untuk memetakan opini, persepsi, dan pandangan kelompok muda terhadap pemerintahan dan kebijakan. Pengambilan data dilakukan sepanjang 1 hingga 30 Maret 2026, sehingga hasilnya menjadi bacaan awal tentang tingkat kepuasan serta harapan anak muda terhadap arah kepemimpinan daerah.
Source: mediaindonesia.com