Pemerintah masih menyalurkan sejumlah bantuan sosial yang bisa cair pada Mei melalui tahap kedua program bansos. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang masuk dalam data kemiskinan dan datanya terdaftar dalam sistem resmi.
Jenis bantuan yang masuk dalam penyaluran tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga PBI JKN. Jadwal pencairan di tiap daerah bisa berbeda, sehingga penerima perlu memantau status secara berkala melalui kanal pengecekan yang tersedia.
PKH jadi salah satu bansos yang paling ditunggu
PKH merupakan bantuan tunai bersyarat yang menyasar keluarga miskin di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Sasaran utamanya mencakup ibu hamil, anak usia dini, siswa, lansia, penyandang disabilitas berat, dan korban pelanggaran HAM berat.
Besaran dana PKH bergantung pada kategori anggota keluarga yang tercatat dalam satu kartu keluarga. Skemanya diberikan dalam empat tahap sepanjang tahun, sehingga pencairan pada periode Mei termasuk bagian dari tahap kedua.
Berikut rincian nominal PKH berdasarkan kategori penerima:
| Kategori Penerima | Bantuan per Tahap | Total per Tahun |
|---|---|---|
| Ibu Hamil | Rp 750.000 | Rp 3.000.000 |
| Anak Usia Dini (0-6 tahun) | Rp 750.000 | Rp 3.000.000 |
| Siswa SD | Rp 225.000 | Rp 900.000 |
| Siswa SMP | Rp 375.000 | Rp 1.500.000 |
| Siswa SMA | Rp 500.000 | Rp 2.000.000 |
| Lansia (di atas 60 tahun) | Rp 600.000 | Rp 2.400.000 |
| Penyandang Disabilitas Berat | Rp 600.000 | Rp 2.400.000 |
| Korban Pelanggaran HAM Berat | Rp 2.700.000 | Rp 10.800.000 |
BPNT menyasar kebutuhan pangan pokok
BPNT atau Kartu Sembako disalurkan dalam bentuk saldo elektronik senilai Rp 200.000 per bulan. Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok melalui agen yang ditunjuk pemerintah.
Pada penyaluran bansos, ada perubahan ketentuan penerima BPNT. Bantuan diprioritaskan untuk warga dalam kategori desil 1 hingga 4, sedangkan kelompok desil 5 tidak lagi masuk daftar penerima.
PKH dan BPNT sama-sama dicairkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Untuk tahap kedua, periode pencairannya disebut berlangsung pada April, Mei, dan Juni bagi penerima yang belum memperoleh dana di awal periode.
Bantuan pendidikan dan bantuan pangan ikut berjalan
Program Indonesia Pintar ditujukan agar siswa dari keluarga prasejahtera tidak putus sekolah. Dana disalurkan setahun sekali melalui rekening SimPel di bank BRI atau BNI.
Nominal PIP yang tercantum adalah Rp 450.000 untuk siswa SD, Rp 750.000 untuk siswa SMP, dan hingga Rp 1.800.000 per tahun untuk jenjang SMA atau SMK. Pemerintah menyesuaikan besaran ini agar selaras dengan kebutuhan biaya pendidikan terbaru.
Selain bantuan tunai dan pendidikan, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 720.000 ton untuk paket 10 kg. Distribusinya hanya dilakukan selama empat bulan dalam setahun dan tidak mengikuti tanggal resmi yang kaku.
Cara cek penerima bansos
Masyarakat bisa mengecek status penerima lewat aplikasi Cek Bansos yang tersedia di platform aplikasi seluler. Pemeriksaan membutuhkan NIK KTP yang valid dan proses verifikasi identitas.
Tahap awal dilakukan dengan membuat akun, lalu mengisi data diri, mengunggah foto diri bersama KTP, dan memverifikasi email. Setelah akun aktif, pengguna dapat masuk ke menu profil untuk melihat jenis bantuan yang terdaftar atas namanya.
PBI JKN juga masih disalurkan
PBI JKN ditujukan untuk membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 sebesar Rp 42.000 per bulan. Iuran tersebut dibayar penuh oleh pemerintah melalui APBN, sehingga penerima dapat menggunakan layanan kesehatan tanpa biaya tambahan pada skema yang berlaku.






