Di Masjid Nabawi, mengenali warna dan nomor pintu menjadi panduan penting bagi jemaah haji dan umrah yang beraktivitas di area yang ramai. Informasi ini membantu jemaah bergerak lebih cepat, menemukan jalur yang tepat, dan mengurangi risiko tersesat saat berada di Madinah.
Kementerian Haji dan Umrah RI menganjurkan jemaah memahami sistem penandaan pintu tersebut sejak awal. Langkah ini dinilai bukan hanya memudahkan orientasi, tetapi juga berperan dalam keselamatan ketika jemaah membutuhkan bantuan medis atau terpisah dari rombongan.
Kenapa warna pintu Masjid Nabawi perlu dipahami
Masjid Nabawi memiliki banyak akses masuk dan keluar dengan penanda warna serta nomor yang berbeda. Setiap penanda mengarah ke area tertentu, sehingga jemaah bisa memilih jalur sesuai tujuan tanpa perlu berputar jauh.
Dalam situasi padat, pemahaman ini menjadi semakin penting. Jemaah yang tahu arah pintu akan lebih mudah menuju lokasi ziarah, area hotel, pusat layanan kesehatan, atau titik distribusi air zamzam.
Pintu hijau untuk Raudhah dan makam Rasulullah SAW
Pintu hijau bernomor 301-308 dan 365-370 berada di sisi selatan. Jalur ini menjadi akses utama bagi jemaah yang ingin berziarah ke makam Rasulullah SAW dan area Raudhah.
Pintu hijau juga sejajar dengan Sektor 5. Karena itu, jemaah yang berada di area tersebut bisa menjadikannya sebagai acuan arah saat masuk atau keluar dari masjid.
Pintu ungu dekat distribusi zamzam
Pintu ungu bernomor 309-313 berada di sisi barat daya. Pintu ini dekat dengan Masjid Al Ghamama dan Masjid Abu Bakar, sehingga sering menjadi patokan bagi jemaah yang bergerak di kawasan sekitarnya.
Salah satu titik penting di jalur ini adalah Pintu 310. Pintu tersebut disebut sebagai akses utama menuju titik distribusi air zamzam dalam jumlah besar.
Pintu biru menuju Baqi dan layanan kesehatan
Pintu biru bernomor 344-364 berada di sisi timur. Jalur ini mengarah ke pemakaman Baqi atau Maqbarah Baqi, yang menjadi tujuan ziarah banyak jemaah.
Pintu biru juga terhubung dengan layanan kesehatan Bab Jibreel Health Care di UCC Level 2. Informasi ini penting bagi jemaah yang membutuhkan akses cepat ke layanan medis.
Pintu oranye ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah
Pintu oranye bernomor 314-327 berada di sisi barat. Arah ini menghubungkan jemaah ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah, dua titik yang cukup dikenal di sekitar Masjid Nabawi.
Pintu oranye juga sejajar dengan wilayah Sektor 3 dan 4. Karena itu, jemaah yang menginap di area tersebut dapat menjadikannya sebagai referensi jalur yang lebih mudah.
Pintu merah yang dekat hotel dan pusat belanja
Pintu merah bernomor 328-343 berada di sisi utara. Jalur ini disebut paling sering dilalui jemaah Indonesia karena langsung mengarah ke kawasan hotel dan pusat perbelanjaan.
Bagi jemaah yang sering bolak-balik antara masjid dan penginapan, pintu merah menjadi salah satu penanda paling praktis untuk diingat. Arah utara ini juga membantu saat jemaah kembali ke rombongan setelah ibadah.
Contoh cepat untuk mengingat arah pintu
Agar tidak tertukar, jemaah bisa mengingat urutan arah berikut. Pintu merah mengarah ke hotel dan pusat belanja di utara, sedangkan pintu oranye menuju Pasar Bilal di barat.
Pintu ungu mengarah ke distribusi zamzam di barat daya, pintu hijau ke area ziarah dan Raudhah di selatan, lalu pintu biru ke Maqbarah Baqi dan layanan kesehatan di timur. Dengan mengenali pola ini, jemaah dapat bergerak lebih tenang saat beribadah di Masjid Nabawi.
Source: www.medcom.id






