Presiden Prabowo Subianto kembali memilih sapi kurban dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat, untuk menyambut Iduladha 1447 Hijriah. Tradisi ini berjalan konsisten selama 10 tahun berturut-turut dan sudah menjadi perhatian peternak lokal di daerah tersebut.
Tahun ini, Prabowo membeli empat ekor sapi jumbo dengan bobot rata-rata di atas 1 ton. Seluruh sapi itu berasal dari Kecamatan Wonomulyo, wilayah yang dikenal sebagai sentra ternak sapi unggulan seperti limosin, simental, dan berangus.
Sapi terberat jadi sorotan
Salah satu sapi yang paling mencuri perhatian bernama Bagong. Sapi limosin berusia 3,5 tahun milik Muh. Nur, peternak asal Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo, itu memiliki bobot 1.150 kilogram.
Bagong menjadi sapi paling berat dari empat hewan kurban Presiden yang dipasok dari Sulawesi Barat. Rencananya, sapi itu akan disembelih di Kabupaten Mamuju.
Tiga sapi lain juga memiliki bobot besar dan masing-masing ditempatkan di lokasi berbeda. Bima merupakan sapi Simental berusia 5 tahun dengan bobot 1.053 kilogram milik H. Iskandar Ngani, lalu Blecki adalah sapi berangus berusia 4 tahun berbobot 1.011 kilogram milik Muhammad Yusuf, dan Arjuna adalah sapi Simental berusia 4,5 tahun dengan bobot 960,3 kilogram milik Andrian Henri Prayoga.
Bima disalurkan ke Masjid Jami Tanro di Polewali Mandar, sedangkan Blecki dikirim ke Kecamatan Pamboang, Majene. Arjuna kemudian diarahkan ke Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.
Seleksi ketat dari 20 ekor sapi
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, menyebut keempat sapi itu terpilih dari 20 ekor peserta seleksi. Proses ini menunjukkan standar yang diterapkan cukup tinggi sebelum sapi dinyatakan layak untuk kurban Presiden.
Menurut Jumadil, satu sapi dengan bobot tertinggi, yakni Bagong, disiapkan untuk kurban tingkat provinsi. Sementara tiga sapi lain dialokasikan ke kabupaten lain yang belum memiliki sapi dengan standar minimal 800 kilogram.
Ia juga menilai keberhasilan Polewali Mandar mempertahankan posisinya sebagai pemasok sapi kurban Presiden tidak terlepas dari pembinaan peternak yang berjalan terus-menerus. Peran inseminator di lapangan disebut ikut menentukan lahirnya sapi-sapi berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kebanggaan peternak daerah
Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyambut baik kepercayaan yang kembali diberikan kepada peternak daerahnya. Ia menyebut capaian itu bukan sekadar kebanggaan musiman, melainkan bukti peningkatan kualitas peternakan lokal yang berdampak pada ekonomi warga.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Polewali Mandar. Selama 10 tahun berturut-turut peternak kita dipercaya memasok sapi kurban Presiden,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Samsul menambahkan pemerintah daerah akan terus memberi dukungan melalui dinas peternakan dan penyuluh agar produktivitas peternak semakin meningkat. Kepercayaan yang datang berulang ini sekaligus memperkuat citra Polewali Mandar sebagai wilayah yang mampu menghasilkan sapi kurban berstandar tinggi.
Source: mediaindonesia.com






