Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sejak Sabtu malam memicu banjir di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Kendari mencatat sedikitnya 11 lokasi terdampak, mulai dari permukiman warga, ruas jalan, kawasan perkantoran, hingga area persawahan.
Sebaran banjir ini menunjukkan dampak yang cukup luas di beberapa kecamatan. Kondisi tersebut juga membuat petugas terus bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan genangan dan membantu warga yang terdampak.
Sebaran titik banjir yang tercatat BPBD
Data sementara BPBD Kota Kendari hingga Minggu mencatat titik banjir berada di Kecamatan Wuawua, Baruga, Kambu, serta beberapa kelurahan lain. Di Kecamatan Wuawua, genangan muncul di Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya.
Di Kecamatan Baruga, banjir melanda kawasan Kali Wanggu, perumahan warga, dan Jalan Raya Kelurahan Lepo-lepo. Titik lain juga muncul di Kelurahan Anduonuhu, Kelurahan Mokoau, Kelurahan Wowanggu, serta kawasan Nanga-nanga yang terdampak pada area persawahan.
Daftar lokasi terdampak banjir di Kendari
- Kelurahan Wuawua
- Kelurahan Bonggoeya
- Kawasan Kali Wanggu, Baruga
- Perumahan warga di Baruga
- Jalan Raya Kelurahan Lepo-lepo
- Kelurahan Anduonuhu
- Kelurahan Mokoau
- Jalan Bangau, Kelurahan Kambu
- Jalan Mangkerey, Kelurahan Kambu
- Jalan Veteran, Kelurahan Wowanggu
- Kawasan persawahan di Nanga-nanga
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyebut data tersebut masih bersifat sementara. Ia mengatakan pemantauan di lapangan terus dilakukan karena sebaran banjir mencakup wilayah yang beragam.
Respons Pemkot Kendari
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak banjir. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir belum berjalan maksimal karena membutuhkan langkah yang terintegrasi.
“kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir,” kata Siska.
Siska juga menyebut pemerintah kota sedang memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Pusat. Menurut dia, persoalan banjir di Kendari tidak bisa diselesaikan dengan langkah parsial karena membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
Kondisi lapangan dan imbauan warga
Banjir yang terjadi di kawasan Kali Wanggu menjadi perhatian karena berdampak pada ratusan rumah warga. Dalam keterangan foto yang menyertai laporan, luapan Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo merendam rumah-rumah warga dan memengaruhi sekitar 685 jiwa.
Hingga laporan ini disampaikan, BPBD dan instansi terkait masih berjaga di lokasi rawan. Warga di bantaran Kali Wanggu dan wilayah lain yang berpotensi terdampak diminta tetap waspada terhadap hujan susulan yang bisa menaikkan debit air kembali.
Source: mediaindonesia.com






