
Kabupaten Tanah Datar dilanda banjir yang merusak sejumlah rumah warga dan memicu pendirian posko darurat di dua kecamatan terdampak. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat dengan menyiapkan pusat penanganan bencana di Kecamatan Lintau Buo dan Kecamatan Tanjung Emas untuk mempercepat koordinasi bantuan dan layanan bagi warga.
Posko itu berada di pelataran Jembatan Timbangan Oto (JTO) Sitangkai Nagari Taluk, Lintau Buo, serta di depan Kantor Camat Tanjung Emas. Langkah ini diambil setelah hujan yang mengguyur wilayah tersebut memicu banjir di empat kecamatan, yakni Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Tanjung Emas.
Pemerintah turun langsung ke lokasi
Bupati Tanah Datar Eka Putra meninjau langsung titik banjir di Nagari Taluk dan memastikan penanganan awal berjalan. Ia menyebut pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan mendesak kepada warga, termasuk sembako, sambil memantau keselamatan masyarakat di lapangan.
Menurut Eka Putra, banjir kali ini berdampak cukup parah di beberapa wilayah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan ada pula yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Rumah rusak dan skema bantuan hunian
Pemerintah daerah juga menyiapkan opsi penanganan bagi warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat. Ada dua metode yang ditawarkan, yakni hunian tetap dengan lahan disiapkan pemerintah dan rumah dibangun pemerintah, serta metode mandiri dengan lahan dari warga dan bangunan dari pemerintah.
Skema ini disampaikan sebagai upaya memberi kepastian tempat tinggal bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir. Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi penanganan yang menyesuaikan kondisi masing-masing keluarga terdampak.
Pembersihan material dibantu berbagai unsur
Selain bantuan logistik dan perencanaan hunian, penanganan juga difokuskan pada pembersihan material sisa banjir di rumah warga. Proses ini melibatkan Damkar, BPBD, serta dukungan dari TNI AD Batalyon Pandeka Gunung Marapi.
Eka Putra mengatakan pembersihan sudah mulai dilakukan dengan penyemprotan di sejumlah titik terdampak. Dukungan personel tambahan dari TNI diharapkan mempercepat pemulihan lingkungan permukiman agar warga bisa kembali menempati rumah dengan kondisi yang lebih aman.
Banjir yang melanda Tanah Datar menunjukkan perlunya respons cepat di tingkat daerah, mulai dari posko darurat, bantuan logistik, sampai pemulihan rumah warga. Pemerintah daerah kini memusatkan perhatian pada penanganan dampak lanjutan di empat kecamatan terdampak agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.









