Kemensos Tetapkan 475.821 Penerima Baru, 11.014 KPM Dicoret dari Daftar Bansos

Kementerian Sosial menetapkan 475.821 keluarga penerima manfaat baru untuk bantuan sosial PKH dan BPNT pada pembaruan triwulan II 2026. Di saat yang sama, 11.014 KPM dicoret dari daftar nasional karena tidak lagi memenuhi kriteria penerima.

Langkah ini menegaskan bahwa daftar penerima bansos tetap bergerak mengikuti hasil verifikasi terbaru. Pemerintah ingin bantuan lebih tepat sasaran, sementara kuota penerima secara nasional tidak berubah.

Penambahan nama baru dilakukan lewat mekanisme usulan berjenjang dari desa, kelurahan, dinas sosial, hingga aplikasi mandiri. Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial menyampaikan bahwa 475.821 KPM baru yang diusulkan melalui jalur itu resmi ditetapkan sebagai penerima bansos triwulan II.

Pembaruan data juga membuat penerima lama yang sudah tidak layak digantikan oleh calon penerima baru. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 11.014 penerima bansos PKH BPNT Mei 2026 dikeluarkan dari daftar nasional.

Alasan pencoretan penerima
Sejumlah faktor memicu penghapusan status kepesertaan. Di antaranya kondisi ekonomi keluarga yang sudah membaik, penerima yang meninggal dunia, serta mereka yang teridentifikasi sebagai ASN, anggota TNI, Polri, dan anggota legislatif beserta keluarganya.

Kemensos menjalankan sinkronisasi data secara rutin setiap tanggal 10 melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Sistem ini diklaim mempercepat verifikasi hingga pencairan dana ke tangan masyarakat.

Penyaluran bansos PKH dan BPNT Mei 2026 berlangsung lewat dua skema utama. Penerima dengan rekening bank penyalur mendapatkan transfer langsung melalui Bank Himbara, sedangkan penerima yang belum memiliki rekening biasanya mencairkan dana melalui PT Pos Indonesia.

Bagi KPM baru yang belum memiliki fasilitas perbankan, kantor pos terdekat menjadi jalur pencairan yang disiapkan. Mekanisme ini dibuat agar seluruh penerima yang sudah terdaftar tetap bisa mengakses bantuan tanpa kendala teknis.

Cara mengecek status penerima
Masyarakat diminta memantau status kepesertaan secara mandiri melalui kanal digital yang tersedia. Pengecekan bisa dilakukan lewat situs cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan wilayah dan nama lengkap sesuai KTP elektronik.

Status bantuan juga tersedia melalui aplikasi Cek Bansos di ponsel pintar. Pengguna cukup membuka menu utama, memilih fitur cek bansos, lalu memasukkan NIK KTP untuk memproses pencarian data.

Sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan yang diterima, dan periode penyaluran yang sedang berjalan. Pemerintah menekankan bahwa ketelitian data menjadi kunci agar distribusi bantuan tetap terjaga integritas dan keadilannya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Exit mobile version