Sebulan Bangun Desa, TMMD Ke-128 Konut Tinggalkan Jalan Dan Harapan Baru

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 1430/Konawe Utara resmi ditutup setelah sebulan pelaksanaan. Penutupan berlangsung di Lapangan Ladesi, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dengan upacara yang dipimpin Danrem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto.

Kegiatan ini meninggalkan hasil nyata di lapangan, mulai dari infrastruktur desa hingga program nonfisik yang menyentuh kebutuhan warga. Pemerintah daerah dan jajaran TNI menilai capaian tersebut memperkuat pelayanan dasar masyarakat sekaligus mempererat hubungan TNI dan rakyat.

Fokus TMMD bukan hanya bangun fisik

Dalam amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan Danrem 143/Halu Oleo, TMMD disebut bukan sekadar program pembangunan fisik. Program ini juga diposisikan sebagai sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Pangdam menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong. Ia juga meminta hasil pembangunan dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh warga desa.

“Pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat dengan selalu hadir di tengah masyarakat serta membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat,” demikian amanat yang dibacakan dalam upacara penutupan.

Selain itu, seluruh unsur Satgas TMMD diminta melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini disiapkan sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan program TMMD berikutnya.

Apresiasi dari pemerintah daerah

Bupati Konawe Utara, Ikbar, menyampaikan apresiasi atas kerja nyata TNI selama program berlangsung. Ia menilai kontribusi TMMD membantu mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Konawe Utara siap mendukung penuh dan terus bersinergi dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Hasil pembangunan TMMD ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama akses infrastruktur desa,” ujar Ikbar.

Pernyataan itu menegaskan bahwa program lintas sektor ini tidak berjalan sendiri. Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting agar hasil pembangunan tetap berlanjut setelah penutupan resmi.

Seluruh sasaran tuntas 100 persen

Dandim 1430/Konawe Utara Letkol Kav Kuswara selaku Dansatgas TMMD ke-128 menyampaikan seluruh sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan 100 persen tepat waktu. Ia menyebut keberhasilan itu lahir dari kerja sama personel TNI dan masyarakat di lokasi kegiatan.

Menurut Kuswara, TMMD di Konawe Utara mencakup pembukaan jalan usaha tani, pembangunan rumah tidak layak huni, pembuatan sumur bor, MCK, serta penyuluhan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa gotong royong menjadi kekuatan utama yang membuat program berjalan efektif.

“Keberhasilan ini merupakan hasil gotong royong bersama masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa TNI akan tetap hadir membantu pemerintah daerah di luar program TMMD. Menurutnya, sinergi itu penting untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hasil pembangunan yang ditinggalkan

Secara keseluruhan, program TMMD yang melibatkan wilayah Kodim Jeneponto, Selayar, dan Konawe Utara mencatat sejumlah capaian fisik. Peningkatan jalan usaha tani mencapai 4.550 meter, rabat beton 1.100 meter, drainase 180 meter, dan gorong-gorong 3 unit.

Pada program unggulan Kasad TNI AD Manunggal Air, kegiatan yang diselesaikan meliputi sumur bor di 15 titik, RTLH 15 unit, MCK 7 unit, rehab masjid 1 unit, ketahanan pangan 1 hektar, dan penanganan stunting 400 paket. Rangkaian ini menunjukkan bahwa TMMD menyasar kebutuhan dasar yang langsung dirasakan warga.

Berikut ringkasan hasil utama yang tercatat dalam pelaksanaan TMMD tersebut:

  1. Jalan usaha tani: 4.550 meter
  2. Rabat beton: 1.100 meter
  3. Drainase: 180 meter
  4. Gorong-gorong: 3 unit
  5. Sumur bor: 15 titik
  6. RTLH: 15 unit
  7. MCK: 7 unit
  8. Rehab masjid: 1 unit
  9. Ketahanan pangan: 1 hektar
  10. Penanganan stunting: 400 paket

Penutupan disaksikan lintas unsur daerah

Upacara penutupan ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan naskah hasil proyek TMMD dari Dansatgas TMMD kepada Bupati Konawe Utara Ikbar. Prosesi itu disaksikan langsung oleh Danrem 143/Halu Oleo.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara, Kajari Konawe, Wakapolres Konawe Utara, Danpos TNI AL, Basarnas, serta pejabat utama Korem 143/Halu Oleo. Kehadiran unsur Forkopimda dan instansi terkait memperlihatkan dukungan bersama terhadap pembangunan desa yang digerakkan melalui TMMD.

Dengan berakhirnya TMMD ke-128, jejak yang tertinggal tidak hanya berupa jalan, sumur, dan fasilitas umum. Program ini juga membawa pesan bahwa pembangunan desa memerlukan kerja bersama, pemeliharaan berkelanjutan, dan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version