Kawasan Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta Pusat, kembali menjadi titik tujuan utama saat agenda besar berlangsung. Ruang ini dipadati pengunjung karena menjadi lokasi olahraga dan hiburan berskala besar, sehingga akses masuk dan keluar perlu direncanakan sejak awal.
Situasi itu makin penting saat acara di GBK berlangsung bersamaan, seperti laga Timnas Indonesia melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan konser EXO. Dengan arus massa yang tinggi, pilihan moda transportasi dan titik parkir resmi menjadi faktor penentu agar perjalanan tetap lancar.
Transportasi umum lebih praktis untuk menuju GBK
Moda seperti KRL, MRT Jakarta, dan TransJakarta menjadi pilihan yang paling disarankan untuk menuju Senayan. Jalur ini membantu mengurangi risiko terjebak macet dan memudahkan akses ke area sekitar GBK.
Naik KRL menuju GBK
Untuk pengguna KRL Commuter Line, stasiun terdekat dari kawasan GBK adalah Stasiun Palmerah. Dari stasiun ini, perjalanan dilanjutkan dengan ojek daring atau ojek pangkalan sejauh sekitar 2,1 km dengan waktu tempuh kurang lebih 6 menit.
Bagi penumpang dari Jakarta Kota, Bekasi, atau Bogor, perjalanan dimulai menuju Stasiun Manggarai. Dari sana, penumpang transit ke arah Tanah Abang, lalu melanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Serpong atau Rangkasbitung dan turun di Stasiun Palmerah.
Untuk penumpang dari Tangerang, rutenya dimulai ke Stasiun Duri. Setelah transit, perjalanan dilanjutkan ke Manggarai, lalu berpindah lagi ke arah Tanah Abang sebelum turun di Stasiun Palmerah.
Naik MRT Jakarta ke GBK
MRT disebut sebagai opsi tercepat dan lebih bebas dari kemacetan. Penumpang bisa turun di Stasiun Istora Mandiri, lalu berjalan kaki sekitar 12 menit dengan jarak kurang lebih 950 meter menuju gerbang GBK.
Akses masuk yang bisa digunakan antara lain Pintu 7 yang dekat Hutan Kota GBK dan Pintu 5 yang berada di sekitar Mall FX Sudirman. Jalur ini memudahkan penonton atau pengunjung yang ingin masuk ke area utama GBK tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Naik TransJakarta ke area GBK
TransJakarta memiliki sejumlah halte di sekitar kawasan luar GBK yang terhubung langsung dengan area tujuan. Koridor 1 rute Blok M-Kota bisa membawa penumpang turun langsung di Halte GBK.
Koridor 3F dari Kalideres juga melayani tujuan yang sama dan berhenti di Halte GBK. Dari sisi timur Jakarta, penumpang dari Kampung Rambutan atau Kampung Melayu via Koridor 7 dapat turun di Halte Cawang UKI, lalu transit ke koridor 9C arah Pinang Ranti-Senayan dan turun di Halte GBK.
Rute lain yang bisa dipakai adalah Koridor 9 dari Pluit ke Pinang Ranti. Penumpang perlu transit di Halte Kuningan Barat sebelum melanjutkan ke koridor 9C dan turun di Halte GBK. Sementara itu, penumpang dari Koridor 12 rute Tanjung Priok-Pluit bisa turun di Halte TransJakarta Kota, lalu berpindah ke Koridor 1 arah Kota-Blok M dan turun di Halte GBK.
17 kantong parkir resmi di dalam kawasan GBK
Bagi yang tetap membawa kendaraan pribadi, PPKGBK sudah menyiapkan kantong parkir resmi di area dalam kompleks GBK. Setiap titik memiliki pembagian jenis kendaraan yang berbeda, mulai dari motor, mobil, hingga bus.
Berikut daftar 17 kantong parkir resmi tersebut:
- Area Panahan: khusus roda empat.
- Hall Basket: roda dua dan roda empat.
- GBK Arena: roda dua dan roda empat.
- Area Tenis: roda dua dan roda empat.
- Area Baseball: roda dua dan roda empat.
- Wisma Serbaguna: roda dua dan roda empat.
- Area Istora: roda dua dan roda empat.
- Parkir Selatan Barat: roda dua dan roda empat.
- Parkir Selatan Timur: khusus roda empat.
- Gedung Parkir A: roda dua dan roda empat.
- Parkir Timur Selatan: roda empat dan bus.
- Parkir Timur Utara: roda empat dan bus.
- Gedung Parkir B: roda dua dan roda empat.
- Area Akuatik: roda dua dan roda empat.
- Lapangan Rugby: khusus roda dua.
- Lapangan ABC: khusus roda empat.
- Taman Kridaloka dan Jalur Pintu Biru: khusus roda dua.
Hal yang perlu diperhatikan saat datang ke GBK
Pemilihan moda transportasi umum menjadi langkah paling aman saat volume pengunjung meningkat. MRT dan TransJakarta memberi akses yang lebih efisien, sementara KRL tetap bisa dipakai dengan catatan perjalanan lanjutan dari Stasiun Palmerah sudah diperhitungkan.
Untuk pengunjung yang membawa kendaraan, parkir di titik resmi penting agar tidak menambah kepadatan di sekitar kawasan. Dengan mengetahui rute masuk, halte terdekat, dan pembagian kantong parkir resmi, perjalanan ke GBK bisa berlangsung lebih tertib dan nyaman meski sedang ramai agenda besar.
Source: www.medcom.id