Prabowo Percayakan BGN Pada Nanik S Deyang, Disiplin Jadi Kunci Pembenahan

Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena dinilai punya karakter kerja yang disiplin, tegas, dan kuat dalam pengawasan. Alasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menjelaskan pertimbangan pemerintah atas perubahan kepemimpinan di lembaga yang memegang peran penting dalam program pemenuhan gizi nasional itu.

Prasetyo menyebut, Presiden menilai Nanik memahami pentingnya kepatuhan pada SOP, kualitas manajemen, dan mutu makanan bagi penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa aspek-aspek tersebut menjadi dasar utama dalam melihat kesiapan seorang pemimpin di BGN.

Disiplin dan ketegasan jadi pertimbangan utama

Menurut Prasetyo, Nanik dikenal sangat memperhatikan penerapan standar operasional di lingkungan kerja BGN. Penilaian itu tidak hanya mencakup tata kelola internal, tetapi juga pengawasan terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa disiplin dalam menjalankan SOP dan manajemen menjadi hal yang sangat diperhatikan Presiden. Prasetyo juga menegaskan bahwa kualitas makanan untuk penerima manfaat harus tetap dijaga secara ketat dalam pelaksanaan program BGN.

Dalam evaluasi dan monitoring, Nanik disebut memiliki sikap yang sangat tegas. Karakter itu dinilai penting karena BGN saat ini membutuhkan penguatan tata kelola agar program pemenuhan gizi dapat berjalan lebih tertib dan terukur.

Pengalaman di BGN ikut menguatkan penunjukan

Selain soal karakter kepemimpinan, pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir juga menjadi pertimbangan besar. Menurut Prasetyo, pengalaman itu membuat Nanik lebih memahami alur kerja, proses internal, dan tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.

Pemerintah menilai waktu yang sudah dijalani Nanik di posisi sebelumnya cukup untuk mengenali kebutuhan pembenahan di BGN. Dengan begitu, penunjukan ini dipandang bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga upaya memastikan kesinambungan kerja di lembaga itu.

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden meyakini Nanik sudah memahami seluruh kegiatan yang berjalan di BGN. Pemahaman tersebut diharapkan bisa mempercepat langkah-langkah perbaikan yang dibutuhkan.

Fokus pada pembenahan internal

Pemerintah berharap Nanik bersama dua wakil kepala yang baru dapat langsung mendorong pembenahan internal. Langkah itu disebut perlu dilakukan secepat mungkin agar kualitas pelaksanaan program BGN semakin baik.

Prasetyo mengatakan, Nanik akan dibantu oleh dua wakil kepala baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono. Keduanya disiapkan untuk mendukung proses perbaikan dan penguatan di dalam lembaga.

Penunjukan tersebut juga diikuti rencana pelantikan resmi dalam waktu dekat. Pemerintah mengagendakan pelantikan pada minggu depan agar Nanik bisa lebih dulu fokus pada proses perbaikan di hari-hari awal masa tugasnya.

Dengan kombinasi pengalaman, kedisiplinan, dan ketegasan dalam evaluasi, Nanik dipandang menjadi sosok yang tepat untuk memimpin BGN pada fase yang menuntut pengawasan ketat dan pembenahan cepat. Pemerintah menaruh harapan agar kepemimpinan baru ini dapat memperkuat pelaksanaan program gizi nasional dan menjaga mutu layanan bagi masyarakat penerima manfaat.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version