Pengecekan status penerima PKH 2026 kini bisa dilakukan langsung lewat ponsel tanpa harus menunggu informasi manual. Cara ini membantu penerima memantau perkembangan pencairan secara berkala dengan akses yang lebih cepat dan praktis.
Untuk melakukan pengecekan, pengguna hanya perlu menyiapkan ponsel Android atau iPhone yang terhubung internet, atau memakai komputer jika diperlukan. Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP juga wajib disiapkan agar data yang dimasukkan dapat diproses sistem.
Cek lewat situs resmi Kemensos
Salah satu cara paling langsung adalah membuka situs cekbansos.kemensos.go.id melalui ponsel atau komputer. Setelah halaman terbuka, pengguna tinggal memasukkan NIK sesuai identitas pada KTP lalu mengisi kolom captcha sebagai verifikasi keamanan.
Setelah itu, tekan tombol Cari Data dan tunggu sistem memproses informasi yang dimasukkan. Jika data cocok dan status penerima tercatat, hasil pencarian akan muncul di layar sesuai data yang tersimpan.
Cek lewat aplikasi Cek Bansos
Selain situs resmi, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Aplikasi ini tersedia di Play Store untuk Android dan App Store untuk iPhone, sehingga bisa diunduh sesuai perangkat yang digunakan.
Setelah aplikasi terpasang, buka halaman utama lalu pilih menu Cek Bansos. Pengguna kemudian diminta memasukkan NIK sesuai data pada KTP, memastikan semuanya benar, lalu menekan tombol Cari Data.
Sistem akan memproses pencarian dalam beberapa saat. Jika data sudah sesuai, hasil pengecekan dapat ditampilkan langsung di aplikasi tanpa perlu berpindah ke layanan lain.
Besaran bantuan PKH 2026
Informasi bantuan PKH tahun 2026 juga mencantumkan besaran berbeda untuk tiap kategori penerima. Ibu hamil dan anak usia dini usia 0-6 tahun tercatat menerima Rp 750.000 per tahap.
Untuk peserta didik, siswa SD atau sederajat mendapat Rp 225.000 per tahap. Siswa SMP atau sederajat menerima Rp 375.000 per tahap, sedangkan siswa SMA atau sederajat memperoleh Rp 500.000 per tahap.
Adapun lansia usia 60 tahun ke atas dan penyandang disabilitas berat masing-masing memperoleh Rp 600.000 per tahap. Perbedaan nominal ini menunjukkan bahwa bantuan disesuaikan dengan kelompok penerima yang masuk dalam komponen PKH.
Hal yang perlu disiapkan sebelum mengecek
Agar proses berjalan lancar, data yang dimasukkan harus sama persis dengan KTP. Kesalahan kecil pada NIK dapat membuat pencarian tidak berjalan sesuai harapan dan hasil tidak muncul.
Pengguna juga perlu memastikan koneksi internet stabil saat membuka situs atau aplikasi. Dengan perangkat yang siap dan data yang benar, pengecekan status PKH 2026 dapat dilakukan kapan saja melalui ponsel.
