Curhat Korban Hanania Travel di DPR, Banyak Orang Tua Jatuh Sakit Saat Umrah Gagal Berangkat

Author: Qoo Media

Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, berlangsung penuh haru saat perwakilan korban Hanania Travel menyampaikan langsung dampak dugaan penipuan umrah dan haji yang mereka alami. Di hadapan anggota dewan, korban meminta keadilan sekaligus pengembalian dana yang telah mereka setorkan untuk beribadah ke Tanah Suci.

Perwakilan korban, Uli Amelia Septriani, mengatakan dirinya hadir mewakili sekitar 1.200 korban yang menuntut pertanggungjawaban atas pembatalan keberangkatan secara mendadak. Berdasarkan pendataan mandiri yang dilakukan para korban, jumlah jemaah terdampak diperkirakan mencapai 3.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembatalan mendadak dan jemaah yang sudah bersiap berangkat

Uli menjelaskan bahwa sebagian besar korban awalnya sudah menyiapkan keberangkatan sesuai jadwal. Sekitar 1.500 jemaah disebut dijadwalkan berangkat pada musim Syawal, sementara sekitar 1.400 jemaah lain dijadwalkan berangkat pada Juni hingga Juli.

Selain itu, masih ada calon jemaah yang telah membayar uang muka atau menabung untuk keberangkatan pada Agustus hingga Desember. Ia juga menyebut ada calon jemaah haji plus yang porsinya belum disetorkan.

Dalam kesaksiannya, Uli menggambarkan betapa mendadaknya pembatalan itu terjadi. Ada jemaah yang sudah berada di bandara dan mengenakan seragam, tetapi keberangkatan mereka tetap dibatalkan.

“Yang paling parah pada tanggal 25, pembatalan dilakukan H-6 jam. Ada jemaah yang sudah di airport, sudah lengkap dengan seragamnya,” kata Uli di hadapan Komisi III DPR RI.

Korban datang dari berbagai daerah

Uli menuturkan bahwa para korban tidak hanya berasal dari Jakarta atau kota besar di Jawa, tetapi tersebar luas di seluruh Indonesia. Ia menyebut ada jemaah dari Makassar hingga Papua yang turut terdampak dalam kasus ini.

Menurut dia, kondisi itu menunjukkan bahwa masalah yang muncul di Hanania Travel tidak menyentuh kelompok kecil saja, melainkan banyak keluarga di berbagai daerah yang sama-sama menunggu kepastian keberangkatan ibadah.

Dampak psikologis yang berat bagi keluarga

Selain kerugian materiil, Uli menegaskan bahwa beban terbesar justru terasa pada sisi psikologis. Ia mengatakan banyak orang tua jatuh sakit setelah mendengar pembatalan keberangkatan yang sudah lama mereka nantikan.

“Kerugian materiil bisa dicari. Betul, kami memang menuntut keadilan agar uang yang menjadi hak kami dikembalikan semaksimal mungkin. Tapi kerugian immateriil yang kami alami begitu besar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ada anak yang memilih tidak langsung memberitahu orang tuanya soal pembatalan tersebut. Langkah itu diambil karena mereka khawatir kondisi kesehatan orang tua akan memburuk jika mendengar kabar gagal berangkat ke Tanah Suci.

Di hadapan anggota DPR, Uli menyebut dana yang disetor ke Hanania Travel bukan berasal dari satu sumber saja. Ada tabungan anak yatim piatu, orang tua tunggal, dan para pekerja keras yang menabung dalam waktu lama demi memenuhi impian beribadah.

Permintaan perlindungan dan penegakan hukum

Uli menegaskan bahwa ibadah adalah hak dasar konstitusional setiap warga negara. Karena itu, ia meminta negara hadir untuk melindungi para korban, memberi pendampingan, dan memastikan hak mereka dipulihkan.

“Kalau bukan kepada negara sekarang kami meminta untuk dilindungi, untuk didampingi, untuk mendapatkan apa yang memang hak kami, ke mana lagi kami harus bergerak?” ucapnya.

Ia juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terus berulang. Menurutnya, pengalaman para korban Hanania Travel harus menjadi pelajaran agar tata kelola penyelenggaraan perjalanan ibadah dibenahi secara serius.

Uli bahkan menyinggung agar kasus ini tidak menjadi pengulangan dari persoalan serupa yang pernah mencoreng kepercayaan publik. Ia meminta ada solusi yang nyata, bukan sekadar janji, karena para korban hanya ingin kembali pada hak dasar mereka untuk beribadah.

Source: www.suara.com
Terbaru