Monas Malam Ini Jadi Pusat Haul Ulama Betawi, Pramono-Rano Hadir dan Sholawat Bersama Habib Syech

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar haul akbar ulama dan habaib Betawi di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Agenda ini menjadi ruang penghormatan bagi para tokoh yang dinilai berjasa dalam pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial di Jakarta.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global”. Acara dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, para wali kota dan bupati administrasi, tokoh agama, habaib, ulama, serta masyarakat dari berbagai wilayah Jakarta.

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyebut ulama dan habaib memegang peran penting dalam membangun peradaban masyarakat Jakarta. Ia mengatakan Pemprov DKI ingin mendoakan sekaligus menghormati jasa mereka melalui haul akbar tersebut.

Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke sejumlah makam ulama dan habaib Betawi pada Jumat pagi. Pramono dan Rano ikut dalam kegiatan itu bersama para wali kota dan bupati sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi para tokoh tersebut bagi kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan warga Jakarta.

Sholawatan bersama Habib Syech

Melalui unggahan akun Instagram @dkijakarta, Pemprov DKI menyampaikan bahwa acara juga akan dihadiri Habib Syech. Masyarakat yang hadir nantinya diajak bersholawat bersama dalam suasana keagamaan yang terbuka bagi warga.

Kehadiran Habib Syech menjadi salah satu daya tarik dalam haul akbar ini. Nuansa kebersamaan dan doa bersama menjadi bagian penting dari kegiatan yang dipusatkan di Monas tersebut.

Peluncuran direktori ulama dan habaib Betawi

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi. Buku ini memuat nama-nama tokoh ulama dan habaib Betawi yang telah memberikan kontribusi dalam pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pada tahap awal, direktori tersebut berisi 145 nama ulama dan habaib Betawi. Data itu disusun melalui kajian dan pendokumentasian oleh tim penyusun, lalu akan terus diperbarui berdasarkan hasil penelitian dan masukan dari berbagai pihak.

Peluncuran direktori ini memperkuat upaya pendokumentasian peran ulama dan habaib Betawi dalam sejarah sosial Jakarta. Kehadiran haul akbar dan buku direktori itu sekaligus menegaskan perhatian Pemprov DKI terhadap warisan keilmuan, dakwah, dan keteladanan para tokoh Betawi di tengah kehidupan kota.

Source: www.medcom.id

Terkait