Keluarga mendiang Dokter Icha Pakaenoni menilai penonaktifan sementara Veronika Lake dari DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara belum cukup menjawab tuntutan keadilan. Sikap itu disampaikan keluarga setelah muncul langkah dari DPC PDI Perjuangan TTU yang menonaktifkan Veronika dari aktivitas kepartaian dan tugas di DPRD.
Paman Dokter Icha, Fabianus Banase, menegaskan keluarga masih akan mengikuti seluruh proses hukum dan proses etik yang kini berjalan. Ia menyebut keluarga ingin perkara ini ditangani sampai tuntas dan tidak berhenti pada keputusan sementara.
Keluarga soroti langkah penonaktifan
Fabianus mengatakan keluarga menghargai adanya langkah awal dari partai, tetapi belum melihatnya sebagai penyelesaian yang memadai. Menurut dia, penonaktifan sementara masih menyisakan kekhawatiran karena status itu bisa saja berubah sewaktu-waktu.
“Kalau memang serius, kenapa tidak diberhentikan saja? Soal proses di DPRD itu urusan lain. Yang kami inginkan adalah ada ketegasan,” kata Fabianus. Ia menegaskan keluarga ingin ada kepastian, bukan sekadar sanksi sementara yang dinilai belum memberi efek hukum maupun etik yang jelas.
Proses etik masih berjalan di DPRD TTU
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Badan Kehormatan DPRD TTU masih menyiapkan Berita Acara Pemeriksaan dan dokumen pendukung terkait penanganan dugaan pelanggaran etik. Fabianus menyampaikan bahwa tahapan itu belum selesai dan masih memerlukan kelengkapan materi pemeriksaan.
Ia juga menyebut sejumlah ahli hukum dan ahli bahasa telah menyatakan kesediaan untuk memberi pendapat sesuai kebutuhan dalam proses tersebut. Keterangan para ahli itu diharapkan dapat memperkuat penilaian atas dugaan pelanggaran yang sedang ditangani.
Dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha
Dokter Icha diduga mengalami intimidasi saat menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu, TTU. Dalam peristiwa itu, ia disebut mendapat tekanan dari Veronika dan dua anggota DPRD lainnya hingga mengalami trauma dan ketakutan sebelum kemudian mengakhiri hidupnya.
Sebelumnya, lewat video, Veronika membantah telah melakukan intimidasi terhadap dokter tersebut. Namun, keluarga tetap meminta semua pihak yang diduga terlibat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Keluarga minta proses hukum lebih tegas
Fabianus menilai keluarga tidak akan berhenti mengawal perkara ini selama belum ada kejelasan penuh. Menurut dia, yang dicari keluarga saat ini adalah keadilan bagi mendiang Dokter Icha, bukan sekadar langkah administratif yang dinilai bisa berubah.
“Anak kami sudah tidak ada. Yang kami cari sekarang adalah keadilan,” ujarnya. Ia menambahkan keluarga ingin seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku sampai perkara ini benar-benar selesai.
Keluarga juga berharap aparat penegak hukum, Badan Kehormatan DPRD TTU, dan pihak terkait dapat bekerja secara profesional serta transparan. Dengan begitu, proses yang berjalan tidak hanya memberi kepastian hukum, tetapi juga menjawab rasa keadilan yang hingga kini masih dirasakan belum terpenuhi oleh keluarga korban.
Source: mediaindonesia.com






