Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko mendapat sambutan kenegaraan yang sangat meriah saat berkunjung ke Indonesia dan diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Prosesi penyambutan itu menonjol karena tidak hanya memakai tata upacara resmi, tetapi juga menghadirkan pasukan berkuda, tarian tradisional, dan ratusan siswa sekolah dasar di sepanjang kawasan Monumen Nasional.
Rangkaian penyambutan tersebut menunjukkan perhatian khusus pemerintah Indonesia terhadap kunjungan kepala negara Belarus itu. Lukashenko juga mencatat sejarah sebagai presiden asing pertama yang menginap di Istana Negara atas undangan khusus Presiden Prabowo.
Rute kedatangan yang disiapkan dengan pengawalan ketat
Iring-iringan kendaraan yang membawa Lukashenko berangkat dari Istana Negara menuju Jalan Ir. Juanda sebelum melintas di kawasan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Rombongan kemudian masuk ke kawasan Monas dengan pengawalan ketat dari kendaraan kepolisian.
Suasana penyambutan berubah semakin semarak saat rombongan memasuki area Monas. Sebanyak 120 pasukan berkuda terlihat membawa bendera Indonesia dan Belarus, lalu mengawal limusin Mercedes-Benz hitam yang ditumpangi Lukashenko hingga memasuki Istana Merdeka melalui pintu utama di Jalan Medan Merdeka Utara.
Sambutan anak sekolah dan tari tradisional
Di sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara hingga halaman Istana Merdeka, ratusan siswa sekolah dasar berjajar sambil membawa bendera dua negara. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri pada penyambutan tamu negara itu dan memperkuat nuansa seremoni di kawasan istana.
Sesampainya di Istana Merdeka, Lukashenko disambut langsung oleh Prabowo. Prosesi kemudian dibuka dengan Tari Enggang dari Kalimantan Timur sebelum kedua kepala negara mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing negara.
Agenda resmi di Istana Merdeka
Usai upacara penyambutan, Prabowo dan Lukashenko melakukan inspeksi pasukan. Keduanya juga sempat menyapa para siswa yang hadir di halaman istana, dengan Prabowo melambaikan tangan dan Lukashenko membungkukkan badan sebagai tanda hormat.
Setelah itu, agenda berlanjut dengan foto bersama dan penandatanganan buku tamu negara di Ruang Kredensial Istana Merdeka. Pertemuan bilateral kemudian digelar untuk membahas hubungan kedua negara dalam suasana resmi di kompleks kepresidenan.
Menginap di Istana Negara, bukan hotel
Kunjungan Lukashenko juga menjadi sorotan karena ia bermalam di Istana Negara, bukan di hotel seperti yang lazim dilakukan dalam banyak kunjungan kenegaraan. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut Lukashenko sudah berada di Istana Negara sejak Rabu atas undangan Presiden Prabowo.
Sugiono mengatakan keputusan itu merupakan bentuk penghormatan dari pemerintah Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa awalnya pemerintah menyiapkan Wisma Negara, namun Prabowo menilai Istana Negara lebih representatif untuk menerima tamu kenegaraan tersebut.
Menurut Sugiono, Lukashenko menjadi presiden asing pertama yang menginap di Istana Negara. Sebelumnya, tamu negara yang pernah bermalam di kompleks kepresidenan adalah Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang menginap di Wisma Negara.
Sambutan istimewa itu memperlihatkan penekanan kuat pada hubungan diplomatik dan penghormatan protokoler selama kunjungan kenegaraan Belarus ke Indonesia. Dari pasukan berkuda hingga pilihan tempat menginap di Istana Negara, seluruh rangkaian acara menegaskan bahwa kunjungan Lukashenko mendapat perlakuan khusus di pusat pemerintahan Indonesia.
