Langkah Mitsubishi mempertahankan mesin 4D56 untuk sebagian varian Pajero Sport menunjukkan pendekatan yang sangat realistis untuk pasar Indonesia. Di tengah dorongan teknologi yang terus bergerak maju, mesin diesel lawas ini justru masih dianggap relevan karena sesuai dengan kondisi penggunaan di banyak daerah.
Pajero Sport saat ini memang tidak hanya mengandalkan satu jantung pacu. Mitsubishi menawarkan dua pilihan mesin, yakni 4N15 berkapasitas 2.442 cc dan 4D56 dengan isi silinder 2.477 cc, sehingga konsumen mendapat opsi yang berbeda sesuai kebutuhan.
Pada varian tertinggi Dakar, Mitsubishi mengandalkan mesin 4N15. Mesin ini menghasilkan tenaga 181 PS dan torsi puncak 430 Nm, dengan karakter tenaga kuat, akselerasi cepat, responsif, dan dinilai ideal untuk perjalanan jarak jauh.
Sementara itu, mesin 4D56 digunakan pada varian Exceed dan GLX. Output-nya berada di angka 136 PS dengan torsi maksimal 324 Nm, dan dirancang untuk memberi keseimbangan antara performa serta efisiensi bahan bakar untuk penggunaan harian.
Mesin lawas yang masih bertahan
Daya tarik utama 4D56 justru terletak pada usianya yang sudah sangat senior. Mesin ini pertama kali diluncurkan pada 1980 sebagai bagian dari keluarga Astron Engine Family, yang berarti usianya kini sudah lebih dari 45 tahun.
Meski berasal dari era yang sangat lama, 4D56 tidak berhenti sebagai produk masa lalu. Mitsubishi terus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman, sehingga versi modernnya tidak bisa disamakan begitu saja dengan bentuk awal ketika mesin ini pertama kali hadir.
Karena itu, 4D56 kerap dipandang sebagai salah satu contoh fleksibilitas rekayasa Mitsubishi. Platform mesin yang sangat tua ini tetap mampu mengikuti kebutuhan pasar dan tuntutan teknis selama lebih dari empat dasawarsa.
Masih sanggup memenuhi standar emisi Indonesia
Untuk ukuran mesin yang lahir jauh sebelum era regulasi emisi modern, kemampuan 4D56 tergolong menonjol. Mesin 4 silinder segaris ini hadir 12 tahun sebelum regulasi Euro 1 mulai berlaku pada 1992, namun kemudian masih dapat menyesuaikan hingga standar Euro 4 yang berlaku di Indonesia.
Fakta itu menjadi alasan penting mengapa 4D56 masih bisa dipakai pada SUV modern seperti Pajero Sport. Mesin ini memang sudah sangat tua secara rancangan dasar, tetapi tetap sanggup memenuhi kebutuhan regulasi emisi yang berlaku di pasar domestik saat ini.
Meski begitu, ruang pengembangannya tampak mulai terbatas. Belum ada data mengenai versi 4D56 yang mencapai standar Euro 5 atau Euro 6, sehingga perannya tampaknya memang akan berhenti di level Euro 4.
Dalam konteks regenerasi teknologi, posisi 4D56 terlihat mulai mendekati ujung tugasnya. Peran itu disebut akan diteruskan oleh 4N15, sementara 4N15 sendiri pada akhirnya akan digantikan oleh 4N16 yang lebih modern.
Cocok dengan realitas konsumen di daerah
Alasan terkuat mengapa 4D56 masih dipertahankan justru datang dari kondisi lapangan. Pengguna Pajero Sport tidak hanya berasal dari kota besar, dan kebutuhan konsumen di luar Jawa sering kali berbeda dengan pasar perkotaan yang lebih mudah mengakses bahan bakar berkualitas tinggi.
Di sinilah 4D56 dinilai masuk akal. Mesin ini menjadi favorit bagi pengguna di daerah luar Jawa, terutama di wilayah dengan kualitas bahan bakar diesel yang belum selalu ideal.
Sunu Sumarjanto, penggemar diesel Mitsubishi, menyebut dirinya mengenal 4D56 sejak era Pajero generasi awal yang ia peroleh dari lelang kedutaan negara asing. Ia menilai mesin itu terus hadir dari Pajero Generasi I hingga versi paling baru sekarang.
Menurut Sunu, 4D56 memang bukan mesin yang paling bertenaga. Namun, ia menyebut mesin ini realistis untuk digunakan, khususnya di daerah yang ketersediaan solar berkualitas masih terbatas.
Pandangan serupa juga disampaikan brand ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar. Ia menegaskan Mitsubishi sudah lama dikenal memiliki mesin diesel yang hebat dan teruji.
Pilihan mempertahankan 4D56 akhirnya bukan sekadar soal nostalgia pada mesin legendaris. Di pasar seperti Indonesia, terutama di wilayah dengan infrastruktur bahan bakar yang belum merata, mesin tua yang terbukti tangguh justru masih punya tempat penting dalam strategi produk Pajero Sport.
