Kekeringan Meluas di Pulau Jawa, BNPB Kejar Distribusi Air Bersih ke Desa-Desa Terdampak

Author: Qoo Media

BNPB memastikan distribusi air bersih terus mengalir ke berbagai wilayah di Pulau Jawa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Penyaluran dilakukan melalui pemerintah daerah dan BPBD untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di daerah yang mengalami krisis air.

Fokus bantuan saat ini berada di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di sejumlah daerah, pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak karena sumber air warga mulai menurun dan sebagian wilayah mengalami kesulitan akses air layak pakai.

Gunungkidul jadi salah satu titik utama

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, distribusi air bersih dipusatkan ke Kabupaten Gunungkidul. Hingga laporan terakhir, tim gabungan telah mengirim 16 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan 67 keluarga di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menetapkan status siaga darurat kekeringan melalui Keputusan Bupati Nomor 154/KPTS/2026. Status itu berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan penanganan krisis air.

Semarang dan Jember ikut terdampak

Di Jawa Tengah, bantuan air bersih disalurkan kepada 586 keluarga atau sekitar 1.224 jiwa di Desa Plumutan dan Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. BPBD Kabupaten Semarang menurunkan armada tangki berkapasitas 5.000 liter untuk memasok kebutuhan air warga di Dusun Krajan dan Dusun Mungkruk.

Di Jawa Timur, penanganan kekeringan juga masih berlangsung di Kabupaten Jember. Sebanyak 125 keluarga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, mengalami kesulitan air bersih setelah debit sumur warga menyusut.

Kondisi di wilayah itu makin sulit karena sumur bor yang ada berada sekitar 600 meter dari permukiman. Sumber air tersebut belum bisa dimanfaatkan optimal karena belum terhubung dengan jaringan pipa dan instalasi listrik.

Upaya darurat terus diperkuat

BPBD Jember bersama Palang Merah Indonesia telah menyalurkan bantuan berupa tandon air, jeriken, serta sekitar 9.000 liter air bersih bagi warga terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk menjaga pasokan air warga tetap tersedia sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pasokan air bersih menjadi prioritas di daerah yang mengalami krisis air. Ia menyebut BNPB memastikan daerah terdampak kekeringan memperoleh bantuan melalui distribusi yang dilakukan petugas daerah, termasuk di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

BNPB juga menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus berjalan agar kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi. Perhatian utama diarahkan ke wilayah yang mengalami kekeringan paling parah dan bergantung pada suplai air darurat untuk aktivitas harian warga.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru