Huntap Dolok Nauli Belum Siap Dihuni, Warga Tahan Pindah karena Fasilitas Dasar Mandek

Ratusan korban bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, masih menahan diri untuk pindah ke hunian tetap yang sudah berdiri. Masalahnya bukan pada rumahnya, melainkan pada fasilitas dasar yang belum siap dipakai.

Di kawasan itu, 103 unit rumah bantuan yang dibangun pascabencana tahun 2025 masih belum sepenuhnya ditempati. Akses jalan utama belum layak, aliran listrik belum berfungsi, dan air bersih juga belum mengalir sehingga banyak penerima manfaat memilih tetap di pengungsian atau memperpanjang sewa rumah.

Rumah Sudah Ada, tetapi Belum Layak Ditinggali

Secara fisik, bangunan huntap di Dolok Nauli memang telah selesai. Namun, beberapa warga menilai kondisi itu belum cukup untuk memulai hidup baru karena masih ada temuan kebocoran atap pada sebagian rumah.

R. Siregar, salah satu penerima manfaat, menyebut ketiadaan listrik dan air bersih sebagai penghambat utama. Ia mengatakan sebagian warga masih terpaksa memperpanjang kontrak rumah sewa karena kebutuhan paling dasar di kawasan tersebut belum tersedia.

Data ProyekInformasi
Jumlah bangunan103 unit
LokasiDesa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara
Sumber danaBantuan Keluarga Besar Maruarar Sirait
StatusBangunan fisik selesai, infrastruktur pendukung masih dalam proses

Di lapangan, persoalan itu membuat fungsi huntap belum berjalan penuh. Bagi warga yang terdampak bencana, rumah baru yang semestinya menjadi tempat pulang justru masih belum bisa dihuni secara nyaman dan aman.

Jalan, Listrik, dan Air Masih Dikejar

Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Tapanuli Utara, Nokman Simanungkalit, menjelaskan bahwa pemasangan listrik sedang berlangsung setelah ada nota kesepahaman antara Pemkab Tapanuli Utara dan PLN. Untuk air bersih, pihak pelaksana disebut masih mengerjakan pemasangan jaringan perpipaan.

Soal akses jalan, pengerjaannya baru akan dilakukan setelah pembangunan tembok penahan tanah di belakang kawasan perumahan selesai. Menurut Nokman, jalan utama saat ini masih digunakan kendaraan berat pengangkut material, sehingga pekerjaan fisik di jalur tersebut belum bisa langsung dimulai.

Pemerintah Desa Tak Dilibatkan

Di sisi lain, Kepala Desa Dolok Nauli, Jonas Aritonang, menyebut pemerintah desa tidak dilibatkan dalam proses pembangunan huntap. Karena itu, keluhan warga selama ini lebih banyak disampaikan langsung ke pihak pelaksana atau dinas terkait.

Situasi tersebut membuat koordinasi di lapangan berjalan terbatas, sementara kebutuhan dasar penghuni belum terpenuhi. Hingga kini, warga masih menunggu penyelesaian listrik, air bersih, dan akses jalan agar 103 unit rumah bantuan itu benar-benar bisa dihuni.

Source: mediaindonesia.com
Terkait