Bansos PKH dan Sembako Triwulan III Mulai Cair 20 Juli, Data Penerima Lagi Dibersihkan

Pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako untuk triwulan III akan dimulai pada 20 Juli. Kementerian Sosial masih menyelesaikan pemutakhiran dan pembersihan data penerima manfaat sebelum penyaluran dilakukan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut proses itu berjalan setelah Kemensos menerima data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/7), ia mengatakan pembersihan data ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari.

Data Penerima Diubah Setelah Pemutakhiran

Gus Ipul menjelaskan, hasil pemutakhiran membuat komposisi penerima bansos berubah. Sebagian keluarga penerima manfaat tetap tercatat sebagai penerima, sebagian lain tidak lagi memenuhi syarat, dan penerima baru juga akan masuk setelah verifikasi terbaru.

Menurut dia, perubahan itu menjadi konsekuensi dari pembaruan data yang dilakukan agar bansos benar-benar tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa penerima bantuan harus mereka yang berhak sesuai kondisi terkini.

Informasi UtamaRincian
Jenis bansosPKH dan BPNT atau bantuan sembako
Periode penyaluranTriwulan III
Waktu mulai cair20 Juli
Status dataMasih cleansing dan pemutakhiran berdasarkan data terbaru dari BPS

Daerah Diminta Aktif Perbarui Data

Gus Ipul mengapresiasi pemerintah daerah yang aktif melakukan pemutakhiran data. Ia menyebut Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai tiga provinsi yang paling aktif, sementara Kota Bekasi menjadi kota dengan pemutakhiran data terbanyak.

Ia mengatakan data yang dipakai berasal dari daerah sehingga akurasi sangat bergantung pada pembaruan di tingkat lokal. Prosesnya dimulai dari RT/RW, lalu ke operator data desa atau kelurahan, dibahas melalui musyawarah, diteruskan ke Dinas Sosial, ditetapkan bupati atau wali kota, lalu dikirim ke Kemensos.

Verifikasi BPS Jadi Tahap Lanjutan

Setelah diterima Kemensos, data diteruskan ke BPS untuk diverifikasi dan divalidasi. Setiap tiga bulan, hasil pemutakhiran yang sudah diverifikasi akan kembali diserahkan ke Kemensos untuk menjadi dasar penyaluran bansos.

Gus Ipul menekankan bahwa alur itu dirancang agar bantuan diterima oleh keluarga yang memang berhak. Ia menilai pembaruan berkala menjadi kunci supaya distribusi tidak meleset dari sasaran.

Bansos Mulai Dipadukan Dengan Pemberdayaan

Selain memperbarui data penerima, pemerintah juga mulai mengintegrasikan bansos dengan program pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini menjadi bagian dari paradigma baru yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan semangat “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”.

Gus Ipul mengatakan penerima yang sudah tepat sasaran nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemberdayaan agar keluarga bisa naik kelas. Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu KPM didorong mengikuti program pemberdayaan pada tahun ini.

Ia menjelaskan ada tiga bentuk pemberdayaan yang disiapkan sesuai asesmen masing-masing keluarga penerima manfaat. Tiga bentuk itu adalah peningkatan keterampilan, penguatan akses, dan penguatan aset.

“Ya kita coba apanya dulu, (misal) mereka butuh peningkatan keterampilan atau mereka butuh tambahan aset, tempat untuk usaha misalnya, atau mungkin juga yang ketiga aksesnya dibuka, mungkin dikerjasamakan dengan banyak pihak,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/7).

Kemensos berharap penerima yang mengikuti pemberdayaan ke depan tidak lagi bergantung pada bansos, tetapi bisa mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar. Dengan begitu, bantuan sosial tidak hanya menjadi penopang sementara, tetapi juga pintu masuk menuju kemandirian ekonomi.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait