Kekeringan Meluas di Pidie, Puluhan Hektare Sawah Terancam Puso

Kekeringan di Aceh kini tidak hanya menghantam wilayah yang lebih dulu terdampak, tetapi juga mulai mengancam sawah di Kabupaten Pidie. Puluhan petak sawah di Kecamatan Pidie dilaporkan mengalami krisis air yang semakin parah, dan tanaman padi di dalamnya mulai mengering.

Dampak terburuk terlihat di Gampong Labui dan Gampong Dayah Teubeng. Berdasarkan amatan Media Indonesia pada Senin (13/7), kondisi lahan di dua desa itu menunjukkan debit air irigasi menyusut drastis setelah minim hujan selama sekitar sebulan terakhir.

Tanaman Masih Muda, Tapi Air Sudah Menipis

Padi yang tumbuh di lahan itu rata-rata baru berumur dua pekan hingga satu bulan. Pada fase ini, tanaman sangat bergantung pada pasokan air yang stabil untuk menjaga pertumbuhan dan mendukung pemupukan.

Namun, pantauan di lapangan memperlihatkan permukaan sawah yang biasanya lembap kini kering kerontang dan retak-retak. Sejumlah tanaman padi juga mulai menguning, terutama pada lahan yang baru berumur sekitar dua pekan.

LokasiKondisiDampak pada Padi
Gampong LabuiKrisis sumber air akut, debit irigasi turun drastisPadi mulai mengering dan menguning
Gampong Dayah TeubengKrisis sumber air akut, lahan kering kerontangTanaman padi terancam gagal tumbuh optimal

Ikhwan, warga Kecamatan Pidie, menyebut kondisi itu memprihatinkan karena tanaman sedang sangat membutuhkan air dan pemupukan. Ia menggambarkan situasi sawah yang sebelumnya basah kini berubah menjadi lahan kering yang jauh dari kondisi ideal untuk padi.

Ancaman Puso Makin Nyata

Kekhawatiran petani kini bukan hanya pada turunnya hasil panen, tetapi juga risiko gagal panen total atau puso. Abdi, warga setempat, mengatakan ancaman itu akan semakin besar bila hujan tidak segera turun dalam waktu dekat.

“Kalau tidak segera turun hujan, sebulan lagi akan dihantui kekeringan berkepanjangan. Tentu ancaman puso dan krisis bahan gabah menghantui warga setempat,” ujar Abdi.

Kondisi cuaca di wilayah tersebut sejauh ini belum memberi harapan. Awan mendung memang kadang muncul pada sore hari, tetapi hujan lebat belum turun untuk mengisi kembali saluran irigasi dan membasahi lahan pertanian warga.

Situasi di Pidie juga memperlihatkan bahwa kekeringan akibat El Nino di Aceh terus meluas. Sebelumnya, ribuan hektare sawah di Kecamatan Pirak Timu, Lhok Sukon, dan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, juga dilaporkan gagal tanam.

Hamparan sawah di Desa Labui dan Kemukiman Teubeng sendiri memang dikenal rawan kekeringan. Menurut catatan yang disebut dalam laporan tersebut, wilayah itu juga pernah mengalami gagal panen serupa pada musim kemarau tahun lalu.

Dengan kondisi cuaca yang belum membaik, petani di Pidie masih menunggu hujan sebagai penentu apakah tanaman yang sudah menguning itu masih bisa diselamatkan. Jika tidak, ancaman puso di puluhan petak sawah menjadi risiko yang kian sulit dihindari.

Source: mediaindonesia.com
Terkait