PHK sering membuat pekerja terpukul, tetapi kondisi ini juga bisa menjadi titik balik untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai. Di tengah tekanan finansial dan psikologis, langkah paling penting adalah bergerak cepat memanfaatkan semua bantuan yang tersedia.
Selain aktif melamar ke lowongan baru, korban PHK juga bisa memakai layanan negara untuk memperkuat peluang kembali bekerja. Mulai dari bantuan JKP, pelatihan keterampilan, sampai bursa kerja resmi, semua bisa membantu proses transisi jadi lebih terarah.
8 Tips Cepat Dapat Kerja untuk Korban PHK
1. Segera ajukan manfaat JKP
Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, langkah awal yang penting adalah mengurus manfaat JKP. Program ini memberi tiga manfaat sekaligus, yaitu bantuan uang tunai maksimal enam bulan, akses informasi lowongan kerja, dan pelatihan kerja tanpa biaya.
2. Ikuti pelatihan untuk menambah kompetensi
Masa setelah PHK bisa dipakai untuk memperbarui keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja. Pemerintah menyediakan pelatihan melalui SiapKerja, balai latihan kerja, dan lembaga pelatihan kerja yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
3. Perbarui resume dengan hasil kerja yang terukur
Resume akan lebih kuat jika menonjolkan pencapaian, bukan sekadar daftar tugas. Contoh yang lebih meyakinkan adalah menulis kontribusi yang bisa diukur, seperti peningkatan pengikut organik atau konversi penjualan dari konten digital.
4. Optimalkan profil profesional di platform digital
Banyak perusahaan kini mencari kandidat lewat platform profesional seperti LinkedIn. Karena itu, profil perlu diperbarui, diberi foto profesional, diaktifkan fitur open to work, dan dilengkapi kata kunci yang relevan dengan bidang incaran.
5. Evaluasi kembali arah karier
PHK juga bisa dipakai untuk menilai ulang jalur karier yang ingin ditempuh. Keterampilan lintas bidang atau transferable skills sering membuka peluang ke industri lain yang lebih berkembang.
6. Bangun kembali jaringan profesional
Tidak semua lowongan diumumkan ke publik, sehingga jaringan lama tetap penting. Mantan rekan kerja, atasan, klien, dan relasi bisnis bisa menjadi pintu masuk ke peluang yang tidak dipublikasikan di portal lowongan kerja.
7. Aktif mengikuti bursa kerja resmi
Dinas tenaga kerja di daerah rutin menggelar bursa kerja atau job fair, baik luring maupun daring. Ajang ini memberi kesempatan bertemu langsung dengan perekrut dan menyerahkan resume secara lebih cepat.
8. Persiapkan diri menghadapi wawancara kerja
Setelah mendapat panggilan wawancara, sikap profesional menjadi kunci. Penjelasan tentang berakhirnya hubungan kerja perlu disampaikan tanpa menyalahkan pihak mana pun, lalu diarahkan pada pengalaman, kemampuan, dan kesiapan berkontribusi.
Langkah Administrasi untuk Memanfaatkan JKP BPJS Ketenagakerjaan
Untuk pekerja yang ingin memakai manfaat JKP selama mencari pekerjaan baru, ada beberapa tahapan administrasi yang perlu diperhatikan. www.beritasatu.com menjelaskan bahwa perusahaan wajib melaporkan status PHK ke Kementerian Ketenagakerjaan melalui portal SiapKerja.
| Tahap | Penjelasan | Tujuan |
|---|---|---|
| 1. Cek status PHK | Peserta dapat memeriksa apakah data PHK sudah dilaporkan di portal SiapKerja. | Memastikan data sudah valid. |
| 2. Ajukan klaim tunai | Setelah data dinyatakan valid, peserta dapat mengajukan pencairan manfaat bulan pertama. | Membantu kebutuhan selama masa transisi. |
| 3. Ikuti asesmen dan konseling | Pengantar kerja dari Kemenaker atau dinas tenaga kerja akan melakukan asesmen minat dan kompetensi. | Menentukan pelatihan yang sesuai. |
| 4. Masuk sistem pencocokan lowongan | Profil lengkap akan masuk ke sistem job matching untuk menerima rekomendasi lowongan dari perusahaan terverifikasi. | Memperbesar peluang dipanggil kerja. |
Dengan memanfaatkan JKP, mengikuti pelatihan, memperbarui resume, dan menjaga jaringan profesional tetap aktif, peluang kembali bekerja bisa lebih besar. Di saat yang sama, bursa kerja resmi dan persiapan wawancara yang baik membantu korban PHK bergerak lebih cepat menuju pekerjaan baru.
