Ledakan bom rakitan di salah satu sekolah di Padang memunculkan motif yang mengejutkan: pelaku berinisial R, 17 tahun, disebut mengalami tekanan mental akibat risak atau bullying sejak duduk di bangku sekolah dasar. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi sempat mengagetkan warga sekolah dan merusak sejumlah barang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, Kompol M Yasin, mengatakan pemeriksaan awal mengarah pada motif tersebut. Menurut penjelasan yang disampaikan di Padang pada Selasa, pelaku mengakui tindakannya dipicu tekanan yang ia rasakan selama bertahun-tahun.
Motif yang Diungkap Polisi
Dalam pemeriksaan awal, R disebut mengaku tidak berniat merakit bom itu untuk benar-benar dibakar atau diledakkan sejak awal. Namun, tekanan mental yang terus menumpuk membuatnya nekat meledakkan benda tersebut pada Selasa.
Kompol M Yasin menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, pihaknya menemukan motif risak pada pelaku. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana dilansir Antara dan dikutip oleh www.suara.com.
R juga bercerita bahwa perundungan yang dialaminya tidak hanya verbal, tetapi juga non verbal. Ia menyebut tekanan itu berlangsung sejak jenjang sekolah dasar hingga kini duduk di kelas 3 MAN.
| Fakta Utama | Keterangan |
|---|---|
| Pelaku | R, 17 tahun |
| Lokasi kejadian | Salah satu sekolah di Padang, Sumatera Barat |
| Motif awal | Risak atau bullying yang dialami bertahun-tahun |
| Dampak kejadian | Merusak sejumlah barang, tanpa korban jiwa |
Dirakit Diam-Diam dari Internet
Selain soal motif, polisi juga menemukan bahwa R mempelajari cara membuat benda yang bisa meledak itu secara otodidak melalui internet. Untuk bahan baku dan alat-alat yang dibutuhkan, ia mencarinya lewat toko daring lalu merakitnya sendiri.
Proses perakitan itu disebut telah dilakukan selama sekitar empat bulan terakhir. Seluruh aktivitas tersebut berjalan diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua maupun anggota keluarga lainnya.
Benda berbahaya itu semula disimpan di rumah, sebelum akhirnya dibawa ke sekolah dan diledakkan pada Selasa. Setelah kejadian, R masih diamankan di Kantor Polresta Padang untuk pemeriksaan awal bersama kedua orang tuanya.
Penanganan Masih Berlanjut
Hingga Selasa malam, penyidik masih melakukan pemeriksaan awal terhadap R. Polresta Padang juga menunggu petunjuk serta koordinasi dari Mabes Polri dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror untuk penanganan lebih lanjut.
Kasus ini menambah perhatian pada dampak perundungan yang dapat memicu tindakan berbahaya bila tidak tertangani. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan motif yang mendorong pelaku membawa bom rakitan itu ke lingkungan sekolah.
Source: www.suara.com






