30 Tahun Elnusa Petrofin, Kendali Digital 24 Jam Jaga Distribusi Energi

Distribusi BBM dan LPG di Indonesia melibatkan perjalanan panjang, armada besar, serta risiko yang harus dikendalikan setiap saat. PT Elnusa Petrofin memperkuat pengawasan itu melalui sistem digital yang bekerja 24 jam untuk memantau armada distribusi energi secara real-time.

Memasuki usia ke-30 tahun, anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini menempatkan keandalan operasional dan budaya keselamatan sebagai fondasi layanan. Fokus tersebut penting karena perusahaan menangani rantai pasok energi di berbagai wilayah Indonesia.

Elnusa Petrofin telah berkembang sebagai penyedia solusi logistik energi terintegrasi untuk distribusi BBM, LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, pengelolaan terminal energi, hingga chemical logistics. Operasionalnya tersebar di lebih dari 98 lokasi dan mendukung penyaluran energi melalui jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga.

Pusat Kendali Armada Beroperasi 24 Jam

Salah satu perangkat utama transformasi digital perusahaan adalah Road Traffic Control atau RTC. Pusat kendali ini memantau pergerakan armada, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, dan performa operasional secara terpusat melalui dashboard digital.

RTC terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 unit CCTV yang terpasang pada armada. Pengawasan secara langsung ini ditujukan agar potensi gangguan perjalanan dapat diketahui lebih cepat sebelum berdampak pada keamanan maupun ketepatan distribusi.

Aspek OperasionalSistem atau FasilitasFungsi Utama
Pemantauan armadaRTC, GPS, dan CCTVMengawasi perjalanan dan perilaku berkendara secara real-time
Risiko perjalananJourney Risk ManagementMengidentifikasi risiko sejak perencanaan rute hingga tujuan
Kesiapan pengemudiFit to WorkMemastikan Awak Mobil Tangki siap menjalankan tugas
Keandalan kendaraanMMS, MMS Lite, dan OMIMendukung inspeksi serta pencatatan pemeliharaan armada

Pengendalian risiko juga dijalankan melalui Journey Risk Management untuk seluruh armada distribusi energi. Sistem tersebut memetakan risiko sejak rute direncanakan hingga kendaraan tiba di lokasi tujuan, sehingga keselamatan pengemudi, kendaraan, dan muatan dapat dijaga.

Perusahaan turut menerapkan program Fit to Work bagi Awak Mobil Tangki atau AMT sebelum bertugas. Pemanfaatan CCTV armada dan pusat monitoring menjadi bagian dari pencegahan kelelahan pengemudi serta risiko human error selama perjalanan.

Untuk perjalanan jarak jauh, Elnusa Petrofin menyediakan Rest Area dan Check Point di jalur distribusi strategis. Fasilitas itu menjadi titik istirahat agar pengemudi memiliki waktu pemulihan yang cukup dan tetap waspada di perjalanan.

Data Pemeliharaan Jadi Dasar Keputusan

Keandalan armada diperkuat melalui Maintenance Management System atau MMS dan MMS Lite yang dijalankan secara terintegrasi. Program ini didukung kerja sama dengan Agen Tunggal Pemegang Merek kendaraan untuk menjaga standar pemeliharaan armada.

Inspeksi kendaraan dilakukan secara berkala dengan dukungan ATPM, sementara data pemeliharaan dicatat melalui aplikasi digital Operational Maintenance Information. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan pemeliharaan dilakukan lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Di sisi keamanan distribusi, sistem surveillance diterapkan pada sejumlah kegiatan penyaluran di Terminal Bahan Bakar Minyak strategis. Pengawasan tersebut mencakup kegiatan di wilayah Jambi, Medan, dan Pontianak untuk memperkuat security serta operational control.

Penerapan standar keselamatan tidak hanya menyasar kendaraan pengangkut energi. Pada SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, dan LPG Terminal Amurang, perusahaan menggunakan pendekatan Process Safety Asset Integrity Management System atau PSAIMS.

PSAIMS diperkuat dengan studi Hazard Identification dan Hazard and Operability Study yang dilakukan berkala. Langkah ini digunakan untuk mengenali potensi bahaya, meningkatkan integritas fasilitas, dan menjaga proses operasi sesuai standar keselamatan industri migas.

Menjaga Pasokan saat Periode Kritis

Penguatan sistem operasi menjadi penopang Elnusa Petrofin saat menjalankan agenda strategis nasional, termasuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru. Dalam periode tersebut, perusahaan mengerahkan lebih dari 7.000 AMT agar distribusi BBM dan LPG tetap berjalan di seluruh Indonesia.

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menyatakan keselamatan dan keandalan operasional menjadi prioritas yang tidak dapat dipisahkan. “Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Ferdiansyah dalam keterangan yang dimuat www.medcom.id.

Di luar penguatan operasional, HSSE juga diintegrasikan dengan program efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Upaya itu menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan serta agenda Net Zero Emissions Indonesia 2060.

Dengan tema “Connecting Your Energy” pada usia 30 tahun, Elnusa Petrofin menyatakan akan terus memperkuat transformasi digital dan kapabilitas operasionalnya. Targetnya adalah menghadirkan layanan logistik energi yang aman, andal, dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Source: www.medcom.id
Terkait