Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Medan, Sumatra Utara, diperkuat saat kebutuhan di sejumlah SPBU meningkat seiring aktivitas masyarakat kembali normal. PT Elnusa Petrofin menyiagakan total 176 mobil tangki dan 711 Awak Mobil Tangki (AMT) untuk menjaga pasokan tetap bergerak.
Penguatan ini dilakukan guna mendukung penugasan PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keandalan distribusi energi di wilayah Sumut. Kegiatan pendidikan dan perkantoran yang kembali berjalan turut mendorong kenaikan konsumsi BBM di beberapa titik penyaluran.
Armada dan personel diperbesar
Penambahan kapasitas angkut dilakukan melalui skema spot charter, yang membuat jumlah mobil tangki siap operasi mencapai 176 unit. Armada tambahan dari Jakarta dan lokasi operasional lain juga datang secara bertahap untuk memperkuat distribusi di Sumut.
Dari sisi tenaga operasional, Elnusa Petrofin menambah 41 AMT dari berbagai wilayah. Perusahaan juga memperoleh dukungan personel TNI sebagai pengemudi bantuan, sehingga total AMT yang tersedia menjadi 711 personel.
| Aspek Operasional | Penguatan | Tujuan |
|---|---|---|
| Mobil tangki | Total 176 unit melalui skema spot charter | Menambah kapasitas angkut BBM |
| Awak Mobil Tangki | Tambahan 41 AMT, total 711 personel | Menjaga pengiriman aman dan tepat waktu |
| Pemantauan distribusi | RTC dan tim operasi memantau secara real-time | Mempercepat perputaran armada |
Menurut informasi yang dimuat www.medcom.id, pengawasan armada dilakukan secara real-time oleh Road Traffic Control (RTC), tim operasi di lapangan, dan pusat kendali. Fokusnya adalah mengendalikan Round Trip Hour atau RTH agar mobil tangki dapat kembali lebih cepat untuk melayani pengiriman berikutnya.
Pengendalian waktu putar armada menjadi penting ketika kebutuhan pasokan meningkat di sejumlah SPBU. Perputaran yang lebih efektif diharapkan membuat kapasitas penyaluran BBM terus bertambah tanpa mengabaikan kelancaran operasional.
Perbaikan kendaraan dipercepat
Elnusa Petrofin juga memperkuat penanganan mobil tangki yang mengalami gangguan di lapangan. Dukungan teknis ditambah melalui keterlibatan mekanik dari ATPM, penguatan ketersediaan suku cadang, serta stok ban siap pakai.
Langkah tersebut diarahkan untuk memangkas waktu perbaikan armada agar kendaraan dapat segera kembali beroperasi. Kesiapan teknis menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga distribusi BBM tetap aman, lancar, dan tepat waktu ketika permintaan meningkat.
Operasional SPBU dan Terminal BBM Medan turut dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan distribusi. Perusahaan juga menyediakan kebutuhan pendukung bagi AMT serta personel Fuel Terminal agar kesiapan kerja di lapangan tetap terjaga.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengatakan perusahaan mengerahkan sumber daya untuk menjaga penyaluran energi kepada masyarakat. “Keandalan distribusi energi merupakan prioritas utama kami,” ujar Doni.
Ia menyebut penguatan mencakup armada, personel operasional, sistem pemantauan distribusi, hingga dukungan teknis di lapangan. Menurut Doni, langkah tersebut merupakan komitmen perusahaan mendukung ketahanan energi nasional dan menjaga layanan distribusi berjalan aman, andal, serta berkelanjutan.
Terkait informasi yang beredar, Elnusa Petrofin menyatakan operasional perusahaan tetap normal dan kondusif. Perusahaan juga menegakkan disiplin terhadap pelanggaran yang terbukti dilakukan personel operasional sesuai ketentuan, sambil memperkuat kapasitas SDM melalui rekrutmen dan penambahan personel.
Saat ini Terminal BBM Medan disebut berjalan normal, sementara penyaluran BBM di SPBU wilayah Medan berangsur kembali normal. Koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan para pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan pasokan energi kepada masyarakat tetap berkesinambungan.
Source: www.medcom.id






