Singapura menyiapkan transformasi besar di kawasan Greater Sentosa dengan ambisi menarik sekitar 32 juta pengunjung setiap tahun setelah seluruh proyek rampung. Rencana jangka panjang ini tak hanya mengandalkan wahana baru, tetapi juga menjual pengalaman alam, rekreasi, kuliner, dan hiburan dalam satu kawasan.
Pulau Brani menjadi salah satu titik paling penting dalam agenda tersebut karena masih relatif belum tersentuh pembangunan wisata. Sisi barat pulau itu disiapkan untuk atraksi baru yang dinilai berpotensi mengubah peta pariwisata Singapura.
Peta Baru Pariwisata Greater Sentosa
Sentosa Development Corporation atau SDC telah memperkenalkan Greater Sentosa Master Plan sebagai acuan pembangunan kawasan selama 20 tahun ke depan. Arah pengembangannya bergeser dari sekadar menambah tempat wisata menjadi destinasi yang membuat pengunjung betah tinggal lebih lama.
Pengalaman yang dirancang mencakup penjelajahan pulau-pulau kecil di sekitar Sentosa, santapan di bawah kanopi hutan, serta ruang rekreasi yang lebih menyatu dengan lingkungan alami. Pendekatan ini menempatkan unsur alam sebagai pembeda utama di tengah persaingan destinasi perkotaan.
| Kawasan atau Fasilitas | Arah Pengembangan | Status yang Disebutkan |
|---|---|---|
| Greater Sentosa | Destinasi alam, rekreasi, gaya hidup, dan hiburan | Ditargetkan menarik 32 juta pengunjung per tahun |
| Sentosa | Modernisasi transportasi dan pembangunan landmark baru | Sentosa Express akan diganti sistem trem |
| Pulau Brani Barat | Lokasi atraksi wisata baru | Disebut berpotensi menjadi game changer |
Menurut laporan www.cnbcindonesia.com, proyek tersebut juga akan membawa perubahan pada infrastruktur pengunjung. Sentosa Express yang selama ini menjadi salah satu moda utama menuju kawasan itu direncanakan diganti dengan sistem trem baru.
SDC turut menyiapkan Sensorium, sebuah landmark yang dirancang sebagai atraksi dalam ruangan sekaligus ruang serbaguna. Sejumlah bisnis yang masih beroperasi di Sentosa akan ditutup bertahap setelah masa sewa berakhir agar kawasan dapat dibangun ulang.
Pulau Brani Menunggu Pelabuhan Dipindahkan
Saat ini, Pulau Brani masih menjadi lokasi Terminal Pelabuhan Brani. Operasional pelabuhan itu dijadwalkan dipindahkan ke Tuas mulai tahun depan, sehingga ruang untuk proyek wisata baru akan terbuka.
SDC belum mengungkap calon investor atau mitra pengembang yang akan terlibat di Brani Barat. Namun, lembaga tersebut menyebut pengembangan pulau itu berpotensi menjadi pengubah permainan bagi industri pariwisata Singapura.
Dosen senior Temasek Polytechnic, Benjamin Cassim, menilai kekuatan strategi ini terletak pada pengalaman yang saling melengkapi, bukan pada atraksi yang berdiri sendiri. “Dengan begitu, wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak kawasan, dan kembali lagi di masa depan,” ujarnya, seperti dikutip Channel News Asia.
Cassim juga menilai wisata berbasis alam menjadi keunggulan yang sulit ditiru oleh destinasi lain karena memanfaatkan karakter alami Pulau Sentosa. Atraksi baru tersebut dirancang untuk melengkapi pilihan yang sudah ada dan menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas.
Bukan Sekadar Tambah Wahana
Direktur Pelaksana MasterConsult Services, Christopher Khoo, melihat tren global pariwisata kini menuntut pengalaman yang lebih bermakna. Destinasi tidak lagi cukup mengandalkan wahana baru, melainkan perlu menawarkan wisata kesehatan, kegiatan luar ruang, serta cerita dan identitas yang kuat.
“Greater Sentosa menjawab perubahan tren tersebut,” kata Khoo. Ia menilai Singapura membutuhkan proyek ikonik baru untuk mempertahankan pertumbuhan sektor pariwisata setelah Marina Bay, Resorts World Sentosa, Jewel Changi Airport, dan kawasan wisata Mandai.
Bagi Singapura, pengembangan Greater Sentosa dan Pulau Brani diposisikan sebagai calon mesin pertumbuhan wisata untuk dekade berikutnya. “Setiap dekade, Singapura membutuhkan mesin pertumbuhan pariwisata baru,” ujar Khoo, yang menilai proyek ini dapat menjadi unggulan rekreasi bagi generasi mendatang.
Source: www.cnbcindonesia.com






