Pesan Mentan Amran kepada 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Berani Bermimpi lalu Bertindak

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta sekitar 2.000 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk tidak berhenti pada mimpi besar. Ia menekankan bahwa keberanian mengambil tindakan, disiplin, dan ketekunan menjadi pembeda antara gagasan dan keberhasilan.

Pesan itu disampaikan dalam resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Rapat Kerja Nasional IPM di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak”.

Amran menyampaikan pilihan yang dihadapi generasi muda secara tegas di hadapan para pelajar dari berbagai daerah. Menurutnya, kesuksesan tidak hadir secara instan dan membutuhkan kesiapan untuk keluar dari zona nyaman sejak dini.

PilihanWaktuKonsekuensi Menurut Amran
Struggle nowBekerja keras sekarangMenikmati hasilnya 15 tahun kemudian
Enjoy nowBersenang-senang sekarangBerjuang seumur hidup nanti

“Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, lalu menikmati hasilnya 15 tahun kemudian. Atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi berjuang seumur hidup nanti,” ujar Amran.

Ia menempatkan pelajar sebagai kelompok yang menentukan arah masa depan Indonesia. Karena itu, mimpi besar perlu diikuti langkah nyata yang dijalankan secara konsisten.

“Anak-anakku, kalian adalah harapan bangsa. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, lalu lakukan dengan penuh ketekunan. Jangan pernah menyerah,” katanya.

Mimpi Besar Harus Diikuti Ketekunan

Amran menilai banyak orang mampu menyusun impian dan gagasan, tetapi tidak semuanya siap memulai pelaksanaannya. Tantangan berikutnya, menurut dia, adalah mempertahankan kegigihan setelah langkah pertama diambil.

“Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi lalu bertindak. Setelah bertindak, harus tetap persisten dan tidak boleh menyerah,” tegasnya.

Laporan Beritasatu.com menyebut pesan motivasi tersebut juga disertai ajakan untuk melihat pertanian sebagai ruang peluang ekonomi dan pengabdian kepada masyarakat. Amran meminta pelajar mulai memperhatikan lahan yang tersedia di lingkungan sekitar agar tidak dibiarkan terbengkalai.

Ia mengatakan lahan dapat dimanfaatkan, baik melalui sewa, kepemilikan sendiri, maupun bentuk pengelolaan lain yang memungkinkan. “Jangan biarkan ada lahan tidur di sekitar Anda. Kalau ada lahan, bangunkan,” ujarnya.

Pekarangan sebagai Sumber Pangan

Selain pemanfaatan lahan, Amran memperkenalkan program kawasan rumah pangan lestari atau KRPL. Program tersebut memungkinkan masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan melalui pekarangan rumah.

Ia memberi contoh penanaman cabai dalam lima pot yang disebutnya dapat mencukupi kebutuhan satu keluarga. Amran juga menyebut biji cabai sisa memasak dapat ditanam kembali karena tanah Indonesia subur.

Perhatian terhadap masa depan pelajar juga muncul dalam sesi dialog pada acara itu. Amran mendengar cerita seorang pelajar yatim piatu yang ingin bekerja sambil tetap melanjutkan pendidikan.

Setelah mendengar kisah tersebut, ia meminta jajarannya membantu membuka kesempatan magang atau pekerjaan bagi pelajar itu. Tujuannya agar yang bersangkutan tetap dapat melanjutkan kuliah.

“Belajarlah dengan baik, bekerja keras, dan jangan pernah menyerah. Insyaallah pintu rezeki akan terbuka,” pesan Amran kepada pelajar tersebut.

Klaim Swasembada Beras

Dalam sambutannya, Amran turut menyampaikan capaian pemerintah di sektor pertanian, termasuk target swasembada pangan. Ia mengatakan target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun dapat diwujudkan lebih cepat melalui kolaborasi pemerintah, petani, dan elemen bangsa.

“Kami ditargetkan Bapak presiden mencapai swasembada dalam empat tahun. Alhamdulillah, berkat doa dan kerja keras seluruh anak bangsa, dalam satu tahun kita sudah swasembada dan tidak lagi mengimpor beras,” ungkapnya.

Menjelang akhir sambutan, Amran kembali mengingatkan kader IPM untuk menjaga integritas, terus belajar, dan bekerja keras. Ia meminta mereka menjadi generasi yang membantu rakyat dan umat karena masa depan bangsa berada di tangan mereka.

Source: www.beritasatu.com
Terkait