Lapas Kelas IIA Purwokerto melakukan pengasapan atau fogging di tiga blok hunian warga binaan untuk menekan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini menjadi langkah pencegahan agar lingkungan pemasyarakatan tetap sehat dan layak dihuni.
Pengasapan dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) dengan sasaran Blok Hunian T3, T5, dan T7. Area tersebut menjadi fokus penanganan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Fokus pada titik berisiko
Sebelum pengasapan dilakukan, petugas menyisir seluruh area blok hunian yang menjadi sasaran. Penyisiran ini dimaksudkan agar titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dapat dijangkau secara optimal.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan koordinasi antara Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, petugas pengamanan, serta tim medis atau petugas kesehatan Lapas. Keterlibatan beberapa unsur ini ditujukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai sasaran.
Menurut mediaindonesia.com, kegiatan fogging tersebut berlangsung dengan aman dan lancar. Langkah ini juga menegaskan perhatian Lapas terhadap kondisi kesehatan warga binaan dan petugas di lingkungan hunian.
DBD menjadi risiko yang perlu dicegah melalui pengendalian tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu, pengasapan tidak dijalankan sebagai satu-satunya upaya di area blok hunian.
Edukasi 3M untuk warga binaan
Petugas turut memberikan edukasi langsung kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri. Warga binaan diimbau menerapkan prinsip 3M dalam kegiatan sehari-hari di area hunian.
Prinsip tersebut mencakup menguras tempat penampungan air secara rutin dan menutup wadah penyimpanan air. Warga binaan juga diminta mengubur atau menghilangkan genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Upaya kebersihan harian dinilai penting untuk mendukung pengasapan yang telah dilakukan. Pencegahan DBD membutuhkan kesadaran bersama agar area hunian tidak menyediakan tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra Harahap menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi melindungi warga binaan maupun petugas dari risiko penyakit menular. Ia menempatkan kesehatan sebagai salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.
“Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Melalui kegiatan fogging ini, kami berupaya meminimalisir risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue sekaligus memastikan lingkungan hunian tetap bersih, sehat, dan layak huni,” ujar Aliandra.
Aliandra menekankan langkah preventif itu perlu ditopang kesadaran seluruh pihak di dalam Lapas. “Upaya ini harus didukung dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan setiap hari,” imbuhnya.
Lapas Kelas IIA Purwokerto menyatakan kegiatan ini akan diikuti langkah-langkah pencegahan lain secara berkala. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS akan terus ditingkatkan untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan yang kondusif bagi seluruh penghuni.
Source: mediaindonesia.com






