BMKG Imbau Warga Gunakan Masker, Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Capai 53 Ribu Kaki

Author: Qoo Media

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan. Ini disebabkan oleh sebaran abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, mengingatkan khususnya mereka yang terkena dampak agar melindungi diri dari partikel abu yang dapat berbahaya bagi kesehatan.

Erupsi yang terjadi telah menghasilkan abu vulkanik yang mencapai ketinggian 53.000 kaki. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pusat Peringatan Abu Vulkanik (VAAC) Darwin, sebaran abu tersebut mengarah ke selatan hingga barat. Wilayah terpengaruh meliputi Banyuwangi, Selat Bali bagian selatan, dan bahkan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT dan Laut Timor.

Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan udara juga diminta untuk terus memperbarui informasi penerbangan. Beberapa bandara dilaporkan telah tutup sementara, dan banyak penerbangan dibatalkan akibat gangguan dari abu vulkanik yang menyelimuti ruang udara. “Kami sarankan agar penumpang selalu mengecek informasi terbaru dari bandara atau otoritas terkait,” ungkap Sti Nenotek.

Meski demikian, citra satelit Himawari-9 menunjukkan bahwa ruang udara di atas Flores pada pukul 19.00 WITA tidak terpengaruh oleh sebaran abu vulkanik. “Kami berharap tidak ada letusan susulan,” lanjutnya. Namun, meskipun situasi terlihat bersih, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tergolong tinggi, dengan tingkatan statusnya tetap berada di Level IV (Awas).

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid, juga menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait lainnya. “Aktivitas vulkanik yang meningkat menunjukkan bahwa kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” paparnya.

Aktivitas vulkanik seperti ini umumnya dapat berpotensi menimbulkan resiko bagi lingkungan sekitar dan masyarakat. Oleh karena itu, selain mengenakan masker, masyarakat juga dianjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan saat kondisi memungkinkan. Semakin berhati-hati mereka, semakin kecil risiko yang akan dihadapi oleh diri sendiri dan orang lain. Dalam situasi seperti ini, edukasi publik menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan keselamatan.

Penting bagi masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita tidak jelas mengenai situasi di lapangan. Mereka disarankan untuk merujuk kepada sumber informasi resmi. Diharapkan melalui peningkatan kesadaran dan tindakan yang tepat, dampak dari fenomena alam ini dapat diminimalisasi.

Pengamat vulkanologi terus memonitor perkembangan terbaru mengenai Gunung Lewotobi. Mereka berharap, dengan adanya informasi yang akurat dan cepat, masyarakat dapat merespon lebih baik terhadap setiap kemungkinan yang akan terjadi. Pemantauan ketat dan komunikasi yang baik antara pemerintah, instansi, dan masyarakat sangat krusial dalam menjaga keselamatan di daerah rawan bencana.

Dengan situasi seperti ini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.

Terbaru