Laporan Penculikan Dicabut, Polisi Tetap Telusuri Keberadaan Jesslyn di Malaysia

Polisi masih menelusuri keberadaan Jesslyn Wijaya, perempuan yang dikenal sebagai atlet golf dan sebelumnya dilaporkan diduga menjadi korban penculikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Penyelidikan tetap berjalan meski teman Jesslyn yang menjadi pelapor telah mengajukan pencabutan laporan secara tertulis.

Polres Metro Jakarta Pusat menduga Jesslyn telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dugaan itu muncul setelah penyidik menerima data manifes penumpang yang mencatat keberangkatannya bersama dua orang yang disebut memiliki hubungan keluarga dengannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan keberangkatan tersebut terjadi sehari setelah peristiwa yang dilaporkan. Berdasarkan manifes yang diterima kepolisian, Jesslyn disebut berada di Semarang sebelum berangkat ke Kuala Lumpur.

TahapanWaktuInformasi yang Didalami Polisi
Peristiwa yang dilaporkanTanggal 13Jesslyn diduga dibawa secara paksa ke mobil oleh empat atau lima orang.
Keberangkatan ke luar negeriTanggal 14Manifes mencatat Jesslyn berangkat dari Semarang menuju Kuala Lumpur bersama dua kerabat.
Pencabutan laporanMinggu, 19/7Pelapor berinisial NA mengajukan pencabutan laporan secara tertulis.

Rangkaian informasi itu belum membuat polisi menyimpulkan bahwa tidak terjadi tindak pidana. Penyidik masih berupaya memastikan kondisi, keamanan, serta keselamatan Jesslyn Wijaya sebelum menentukan arah penanganan perkara.

Roby menyatakan keterangan awal saksi menguatkan adanya peristiwa seseorang membawa Jesslyn ke sebuah mobil secara paksa. Namun, penyidik masih harus menguji keseluruhan rangkaian kejadian untuk memastikan apakah tindakan tersebut memenuhi unsur pidana.

Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan para saksi menjadi salah satu dasar penting karena penyidik tidak menemukan rekaman kamera pengawas yang mengarah ke titik peristiwa.

Menurut Roby, CCTV di lokasi tidak merekam atau tidak mengarah pada kejadian yang dilaporkan. Kondisi itu membuat penyidik mengandalkan pemeriksaan saksi dan penelusuran informasi lain untuk menyusun kronologi secara utuh.

Polres Metro Jakarta Pusat juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua kerabat yang diduga bepergian bersama Jesslyn. Ayah Jesslyn termasuk pihak yang akan dimintai klarifikasi mengenai perjalanan ke luar negeri tersebut.

Pemeriksaan itu diperlukan untuk menjelaskan alasan keberangkatan, hubungan para pihak, dan situasi Jesslyn saat meninggalkan Indonesia. Polisi juga masih mendalami motif di balik dugaan peristiwa membawa Jesslyn secara paksa ke mobil.

Sejauh ini, penyidik belum menemukan informasi mengenai permintaan uang tebusan. Polisi menyebut masih mempertimbangkan beberapa kemungkinan motif, tetapi belum dapat memastikan satu alasan tertentu.

Pencabutan laporan oleh NA tidak otomatis menghentikan penyelidikan atas dugaan penculikan tersebut. Satuan Reserse Kriminal bersama unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih melanjutkan pendalaman sampai kondisi Jesslyn dan status peristiwanya dapat dipastikan.

Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia Shinta mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan penyidik karena Jesslyn merupakan seorang perempuan. Pendalaman sementara yang dilakukan kepolisian belum menemukan indikasi kekerasan terhadap Jesslyn.

Polisi juga memeriksa kondisi psikologis korban sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatannya. Hasil pendalaman mengenai keberadaan Jesslyn, keterangan keluarga, serta unsur pidana dalam laporan itu masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait