Di Peringatan Kudatuli, Megawati Tegaskan Hak Warga Negara Sama di Mata Hukum

Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum. Pesan itu disampaikan dalam peringatan 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Penegasan tersebut menempatkan keadilan hukum sebagai salah satu pesan utama dalam peringatan peristiwa penting perjalanan demokrasi Indonesia itu. Bagi Megawati, kesetaraan warga negara tidak dapat dipisahkan dari nilai kebenaran, keberanian, keteguhan, dan kesabaran.

Ketua Umum PDIP itu menuliskan pesannya setelah mengunjungi pameran sejarah dan arsip foto bertajuk Meretas Jalan Demokrasi. Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Kudatuli yang digelar pada Selasa, 21 Juli 2026.

Dalam tulisan untuk generasi muda, Megawati meminta agar nilai-nilai tersebut terus dijaga dalam kehidupan berbangsa. Ia menekankan bahwa keyakinan dan keteguhan harus berjalan bersama keberanian serta kesabaran.

“Anak Muda Indonesia, Ingat!! Keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran harus selalu ada dalam sanubarimu,” tulis Megawati. Ia menyebut empat nilai itu sebagai satu kesatuan yang bermakna “kebenaran pasti menang” atau satyam eva jayate.

Pesan berikutnya secara khusus menyoroti posisi warga negara di hadapan hukum. “Untuk Warga Negara Indonesia. Warga negara mempunyai hak yang sama di mata hukum!” tulis presiden ke-5 RI tersebut.

Demokrasi dan hukum yang berkeadilan

Dalam acara yang sama, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaitkan tegaknya demokrasi dengan penegakan hukum yang adil. Menurutnya, demokrasi tidak hanya bergantung pada proses politik, tetapi juga pada perlakuan hukum yang tidak membeda-bedakan warga.

Hasto menyatakan demokrasi memerlukan pers yang bebas, kekuatan masyarakat sipil, dan pendidikan politik yang baik. Ia juga menekankan pentingnya kehidupan demokrasi yang sehat bagi seluruh warga negara.

“Demokrasi memerlukan pers yang bebas, memerlukan kekuatan masyarakat sipil, memerlukan pendidikan politik yang baik dan kehidupan demokrasi yang sehat, serta hukum yang betul-betul berkeadilan, hukum yang tidak tebang pilih,” ujar Hasto.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa peringatan Kudatuli tidak hanya diarahkan untuk mengenang sebuah peristiwa masa lalu. Acara tersebut juga digunakan untuk menegaskan kembali perhatian terhadap penghormatan hak-hak warga negara dan penguatan nilai demokrasi.

Menurut laporan www.beritasatu.com, pameran Meretas Jalan Demokrasi memuat sejarah serta arsip foto yang berkaitan dengan perjalanan peristiwa tersebut. Kehadiran pameran memberi ruang bagi pengunjung untuk melihat kembali konteks sejarah yang diperingati.

Pesan bagi generasi muda

Megawati menempatkan generasi muda sebagai pihak yang perlu menjaga keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran. Empat nilai itu ia sampaikan sebagai bekal moral dalam menjalani kehidupan berbangsa.

Pesan kesetaraan hukum yang disampaikan pada peringatan ini juga menegaskan bahwa hak warga negara berlaku bagi setiap orang. Prinsip tersebut menjadi salah satu penekanan dalam refleksi 30 tahun Kudatuli.

Peringatan Kudatuli kemudian menjadi momentum bagi PDIP untuk mengingat kembali salah satu bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia. Pada saat yang sama, acara itu menegaskan komitmen terhadap hukum yang adil, penghormatan hak warga negara, dan demokrasi yang sehat.

Source: www.beritasatu.com
Terkait