TNI dan Pemprov Sulteng Gelar Aksi Penanaman Mangrove peringati Hari Lingkungan

Shopee Flash Sale

KOREM 132/Tadulako berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan Aksi Bersih Pesisir dan Penanaman Mangrove untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Dupa, Kelurahan Layana Indah, Kota Palu, pada Kamis, 19 Juni. Penanaman ratusan pohon mangrove menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan laut, yang semakin terancam oleh polusi.

Dalam acara tersebut, Kolonel Inf Ary Bayu Saputra selaku Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 132/Tadulako, mewakili Danrem 132/Tdl Brigjen TNI Deni Gunawan, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam aksi ini adalah bagian dari tanggung jawab moral mereka terhadap lingkungan. “Lingkungan yang bersih dan sehat adalah bagian dari ketahanan nasional. Dengan menjaga alam, kita juga menjaga masa depan generasi penerus,” ujar Ary Bayu Saputra.

Aksi bersih pesisir tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove saja, tetapi juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat untuk melawan pencemaran, terutama terkait sampah plastik. Kegiatan ini mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, yang menjadi seruan kepada seluruh elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan TNI berkomitmen untuk bekerja sama dalam membangun kesadaran kolektif dan membentuk strategi yang efektif dalam menanggulangi masalah polusi plastik. Mayoritas masyarakat di pantai sangat merasakan dampak pencemaran plastik, terutama bagi ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Proses penanaman mangrove diharapkan tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih erat antarinstansi dan masyarakat. Tanaman mangrove memiliki berbagai manfaat, mulai dari melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat bagi berbagai spesies, hingga menyerap karbon yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Dalam aksi ini, masyarakat yang hadir turut berpartisipasi dengan antusias. Tindakan kolektif ini menonjolkan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi tantangan lingkungan yang semakin mendesak. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan dapat memperkuat komitmen terhadap program-program lingkungan ke depan.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup ini menjadi penting untuk mengingatkan semua pihak tentang perlunya menjaga keseimbangan ekosistem. Mengingat semakin banyaknya ancaman terhadap lingkungan, kolaborasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong komunitas lain di Sulteng untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan. Langkah sederhana seperti penanaman mangrove dan aksi bersih pesisir dapat berkontribusi besar dalam memulihkan dan melestarikan ekosistem pantai yang menjadi bagian penting dari warisan alam.

Secara keseluruhan, keberlanjutan aksi ini tidak hanya memberikan harapan untuk lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga sebagai refleksi tanggung jawab setiap individu terhadap siklus kehidupan di bumi. Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, harapan akan lingkungan yang lebih baik selalu dapat terwujud, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Berita Terkait

Back to top button