Pemkot Denpasar Tingkatkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan meluncurkan program bimbingan teknis (bimtek) bertajuk Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Shanti Graha dan dihadiri oleh 66 pengelola perpustakaan dari desa dan kelurahan di seluruh Kota Denpasar. Tujuan utama dari bimtek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola perpustakaan dalam mengimplementasikan konsep transformasi perpustakaan yang lebih inklusif.

Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menekankan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Perpustakaan bukan hanya sekadar tempat penyimpanan buku. Ia berfungsi strategis untuk meningkatkan sumber daya manusia, serta meningkatkan kegemaran membaca di masyarakat,” ujar Ayu Kristi. Melalui program TPBIS, diharapkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan perpustakaan dapat semakin meningkat.

Salah satu aspek yang membedakan program ini adalah komitmen untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk individu dengan keterbatasan dan mereka dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam. “Perpustakaan tidak lagi hanya untuk kelompok tertentu, tetapi untuk semua orang. Oleh karena itu, koleksi yang kami tawarkan pun lebih beragam, termasuk buku, e-book, dan sumber daya digital lainnya,” jelas Ayu Kristi. Dengan begitu, perpustakaan diharapkan dapat menjelma menjadi pusat informasi yang dapat diakses oleh semua kalangan.

Program TPBIS tidak sekadar fokus pada penyediaan bacaan, tetapi juga mencakup berbagai layanan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan dan konsultasi akan diadakan untuk meningkatkan literasi, keterampilan, dan pengetahuan warga. “Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar yang aktif, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup mereka melalui akses informasi dan pengetahuan,” tambahnya.

Ayu Kristi optimis bahwa pada tahun 2025 mendatang, semua kelurahan dan desa di Kota Denpasar telah melaksanakan program TPBIS. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diharapkan untuk lebih proaktif dalam memberikan pembinaan. “Kami semua harus berkomitmen untuk menyukseskan program ini demi kemajuan Kota Denpasar,” ajaknya.

Dengan kegiatan bimtek ini, Pemkot Denpasar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan yang berorientasi pada inklusi sosial. Pengelola perpustakaan diharapkan mampu mengadaptasi serta menerapkan pengetahuan yang didapat dari bimtek untuk membangun perpustakaan yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Transformasi ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Dengan meningkatnya akses terhadap teknologi, perpustakaan diharapkan dapat memanfaatkan platform digital untuk menyediakan materi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Digitalisasi perpustakaan adalah langkah maju yang harus dilakukan agar semua orang bisa mendapatkan informasi dengan lebih mudah,” pungkas Ayu Kristi.

Kegiatan bimtek ini berlangsung selama dua hari, hingga 15 Juli 2025. Semoga dari kegiatan ini, masyarakat Kota Denpasar dapat lebih mengenal dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk mendukung pengembangan literasi serta pengetahuan mereka. Selain itu, diharapkan perpustakaan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih cerdas dan berdaya saing.

Berita Terkait

Back to top button