Pengadilan militer diminta untuk mengusut tuntas dan menindak tegas kasus kematian Prada Lucky Namo (23) yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat prajurit senior. Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menegaskan perlunya proses hukum yang serius, transparan, dan berkeadilan agar pelaku mendapatkan sanksi maksimal, termasuk pemecatan dari dinas militer.
Hasanuddin menyampaikan bahwa kasus ini bukanlah sekadar insiden biasa, melainkan sebuah tindakan pengeroyokan yang melibatkan lebih dari satu personel militer. “Kalau sampai empat orang terlibat, ini bukan sekadar insiden, tapi pengeroyokan. Korban pun tidak melawan karena merasa sebagai junior,” ujarnya dalam keterangannya kepada media pada Minggu (10/8/2025).
Desakan Hukum Tegas dan Transparan
Menurut Mayjen Purnawirawan TNI ini, pengadilan militer harus menangani kasus kematian Prada Lucky dengan penuh keseriusan dan transparansi agar tidak menimbulkan kesan pembiaran atau penundaan yang dapat merusak reputasi TNI. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior terhadap junior dalam institusi militer dianggap sangat bertentangan dengan nilai-nilai keprajuritan serta hukum yang berlaku di lingkungan TNI.
Hasanuddin menegaskan, penghukuman yang diberikan kepada para pelaku harus seberat-beratnya, apalagi karena kekerasan itu berujung pada kematian korban. “Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Hal ini sekaligus menjadi peringatan agar tidak ada lagi tindakan serupa yang merusak kedisiplinan dan citra TNI.
Konteks Kasus dan Respons DPR
Prada Lucky Namo ditemukan meninggal dunia setelah mengalami dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh prajurit senior di lingkungan militer. Kasus ini langsung menjadi sorotan publik dan mendapat perhatian DPR, terutama Komisi I yang membidangi pertahanan dan keamanan.
Pada kesempatan terpisah, Komisi I DPR RI menegaskan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan proses hukum kasus ini agar berjalan adil dan transparan. Pengawasan intensif dilakukan untuk memastikan pelaku benar-benar bertanggung jawab tanpa adanya intervensi yang dapat mengaburkan fakta.
Implikasi dan Poin Penting
- Kasus kematian Prada Lucky diduga diakibatkan oleh pengeroyokan oleh empat prajurit senior.
- DPR meminta agar pengadilan militer menangani kasus ini secara serius dan transparan.
- Sanksi maksimal, termasuk pemecatan, dianggap perlu dijatuhkan kepada para pelaku.
- Kasus ini menjadi peringatan penting agar nilai-nilai keprajuritan tetap dijaga tanpa adanya kekerasan berlebihan.
- Komisi I DPR RI melakukan pengawasan ketat atas proses hukum yang berjalan.
Pernyataan tegas dari Mayjen TNI (Purn) Hasanuddin mencerminkan harapan besar publik agar institusi militer tidak hanya melindungi anggotanya tetapi juga menegakkan hukum secara adil tanpa pengecualian. Kasus Prada Lucky menjadi ujian bagi pengadilan militer dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di lingkungan TNI.
Dengan berjalannya proses hukum yang transparan, diharapkan kejadian tragis ini dapat menjadi momentum perbaikan budaya militansi yang lebih humanis dan profesional, serta menekan praktik kekerasan dalam lingkungan militer di masa mendatang.







