PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan performa impresif dari aplikasi Access by KAI sebagai kanal utama penjualan tiket kereta api sepanjang Januari hingga Juli 2025. Selama periode tersebut, aplikasi ini berhasil mencatat 14,94 juta transaksi atau 72,47% dari total transaksi penjualan tiket KAI secara global. Data tersebut menunjukkan peran krusial transformasi digital KAI dalam memperkuat layanan dan memudahkan akses pelanggan.
Dominasi Access by KAI dalam Penjualan Tiket
Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, keberhasilan Access by KAI tersebut tidak lepas dari integrasi teknologi dan inovasi yang diterapkan KAI. "Transformasi digital adalah strategi KAI untuk memperluas akses pelanggan, mempercepat proses, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik," ungkap Franoto melalui keterangan resmi pada Rabu (13/8).
Aplikasi Access by KAI tidak hanya memfasilitasi penjualan tiket kereta jarak jauh dan lokal, tetapi juga mendukung layanan transportasi serta produk penunjang milik KAI Group. Berikut rincian transaksi layanan yang tercatat melalui aplikasi ini selama Januari-Juli 2025:
- Transaksi Railfood (KAI Services): 564.890 kali
- Transaksi KA Bandara: 1.169.893 kali
- Transaksi Commuter Line Basoetta (KAI Commuter): 353.922 kali
- Transaksi Commuter Line reguler: 376.317 kali
- Transaksi KA Lokal (KAI Commuter): 21.216.298 kali
- Transaksi LRT Jabodebek: 59.097 kali
Data ini memperlihatkan keberagaman layanan KAI yang terintegrasi dalam satu platform digital, memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelanggan.
Inovasi dan Pengembangan Layanan untuk Meningkatkan Pengalaman Penumpang
KAI terus melakukan pengembangan jaringan dan infrastruktur untuk mendukung transformasi digital. Berbagai inovasi produk diluncurkan, seperti Panoramic Train yang memberikan pengalaman pemandangan unik, Female Seat Map yang mengutamakan kenyamanan wanita, dan Compartment Suite Train yang menawarkan ruang eksklusif.
Selain itu, KAI secara bertahap menghadirkan 612 kereta stainless steel generasi baru dengan desain dan fitur modern. Inovasi lain yang diterapkan adalah New Experience Resto on Train yang meningkatkan kualitas layanan makanan di kereta. Sebagai upaya mendukung lingkungan dan aspek keberlanjutan, KAI juga mulai memberikan informasi jejak karbon tiket (ticket carbon footprint) kepada penumpang.
Tidak hanya berfokus pada produk, KAI melakukan terobosan demi peningkatan kepuasan pelanggan, seperti percepatan waktu tempuh perjalanan (travel time acceleration) dan penyediaan fasilitas drinking water station di stasiun. “Setiap masukan dari pelanggan yang kami terima melalui kanal digital menjadi inspirasi berharga untuk terus berbenah. Banyak perubahan yang hadir hari ini berawal dari suara yang pelanggan sampaikan langsung kepada kami,” ujar Franoto.
Kontribusi Aplikasi Terhadap Transformasi Digital KAI
Aplikasi Access by KAI menjadi wajah transformasi digital PT Kereta Api Indonesia yang mampu menggabungkan tiga elemen utama: teknologi, jaringan layanan, dan inovasi produk. Hasilnya bukan hanya peningkatan volume transaksi, tetapi juga perubahan signifikan dalam cara pelanggan berinteraksi dan menikmati layanan kereta api di Indonesia.
Dengan pencapaian hampir 15 juta transaksi tiket, Access by KAI berhasil menduduki posisi sebagai kanal penjualan terbesar KAI di semester pertama tahun 2025. Transformasi ini diperkirakan bakal terus berlanjut seiring langkah KAI mengembangkan produk dan layanan yang semakin berorientasi pada kenyamanan serta kemudahan akses digital bagi masyarakat luas.
Ke depannya, digitalisasi layanan kereta api di Indonesia tidak hanya menjadi alat efisiensi, tetapi juga kunci untuk meningkatkan daya saing serta mendorong pertumbuhan sektor transportasi publik secara berkelanjutan. PT Kereta Api Indonesia bersiap menyambut masa depan perjalanan yang semakin modern dan ramah pengguna lewat inovasi teknologi yang terus diperkaya.
