Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2025 yang digelar di Hall A, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, menampilkan berbagai inovasi teknologi terkini dari lembaga negara dalam penanggulangan bencana. Mulai dari Polri, TNI, hingga Basarnas, setiap lembaga menghadirkan alat dan sistem mutakhir yang mendukung mitigasi serta respons cepat terhadap berbagai jenis bencana.
Polri Tampil dengan Beragam Teknologi Penanggulangan Bencana
Polri menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan dan penanggulangan bencana melalui sejumlah unit yang memamerkan teknologi canggih. Divisi Humas Polri menampilkan media komunikasi interaktif seperti poster digital dan spin wheel sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Korps Brimob menghadirkan peralatan penyelamatan modern, antara lain drone Matrice yang digunakan untuk pengawasan udara, alat selam dengan sistem komunikasi bawah air, serta alat pemotong dan penyebar hidraulik yang dipakai dalam operasi penyelamatan di medan ekstrem.
Korps Sabhara menampilkan perlengkapan operasional termasuk alat dokumentasi digital dan unit anjing pelacak K9 yang sangat membantu dalam pencarian korban. Teknologi identifikasi modern juga diperkenalkan Pusident Bareskrim melalui sistem biometrik MAMBIS dan Inafis Portable System, sementara Pusdokkes menampilkan peralatan Disaster Victim Identification (DVI) dan alat kesehatan portabel seperti X-ray gigi yang dapat digunakan langsung di lapangan.
BNPB Perlihatkan Inovasi Peralatan Penanggulangan Kebakaran dan Banjir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memamerkan sejumlah inovasi alat tanggap darurat, terutama peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan yang semakin canggih. Selain peralatan utama, BNPB juga menampilkan perahu karet untuk penanganan bencana banjir dan miniatur rumah tahan gempa (RIKSA) yang digunakan sebagai media edukasi publik tentang mitigasi bencana. Penyelenggara juga mengangkat produk-produk UMKM yang dikembangkan sebagai dukungan kebutuhan pangan saat kondisi darurat, memperlihatkan sinergi antara pemulihan ekonomi dan kesiapsiagaan bencana.
TNI AD Hadir dengan Teknologi Berat dan Sistem Deteksi Ancaman
TNI Angkatan Darat membawa teknologi militer yang dimodifikasi untuk operasional penanggulangan bencana. Salah satu unggulan yang diperkenalkan adalah Excavator Spider, alat berat dengan kemampuan bekerja di medan sulit seperti lereng curam dan area berbatu. Tidak kalah penting, mereka juga menampilkan Life Thermal Locator Set untuk pencarian korban dalam situasi kritis, serta toolkit PRCPB yang multifungsi untuk evakuasi korban. TNI AD memperkuat kemampuannya dengan perangkat deteksi bahan nuklir, biologi, dan kimia yang sangat penting dalam menghadapi ancaman non-konvensional.
TNI Angkatan Udara Fokus pada Mobilitas dan Penyelamatan Darurat
TNI AU membawa perlengkapan survival set jungle kit yang lengkap untuk mendukung operasi penyelamatan di medan sulit dan hutan. Unit mobil KOPASGAT turut ditampilkan sebagai pendukung mobilitas lapangan, diikuti berbagai perlengkapan evakuasi seperti perahu karet, tandu penyelamatan, serta rakit darurat Life Raft EAM T-4. Demonstrasi kesiapsiagaan juga melibatkan perlengkapan komunikasi serta perlindungan untuk operasi yang berbasis helikopter.
Basarnas Menghadirkan Sistem Evakuasi Vertikal dan Teknologi Pencarian Modern
Badan SAR Nasional (Basarnas) memperlihatkan teknologi pencarian dan penyelamatan canggih seperti sistem Ascending-Descending Rescue yang didesain khusus untuk evakuasi vertikal pada medan sulit. Selain itu, Basarnas menunjukkan peralatan komunikasi darurat seperti HP satelit, PLB (Personal Locator Beacon), dan EPIRB (Emergency Position-Indicating Radio Beacon) yang mendukung operasi SAR di berbagai situasi. Teknologi drone termal (Thermal UAV), sistem komunikasi bawah air wireless diving communication, dan ROV (Remotely Operated Vehicle) sebagai alat pencarian bawah air juga dipamerkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi SAR.
Project Director EDRR Indonesia 2025, Vista Limbong, menyampaikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga negara atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pameran ini. Ia menekankan bahwa EDRR Indonesia 2025 bukan sekadar ajang pertukaran teknologi, melainkan platform kolaboratif strategis yang memperkuat koordinasi nasional menghadapi potensi bencana. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi titik temu bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi solusi dan memperkokoh kesiapsiagaan bangsa.
EDRR Indonesia 2025 berhasil menghadirkan gambaran nyata berbagai inovasi teknologi penanggulangan bencana yang siap mendukung transformasi sistem kebencanaan di Indonesia. Langkah kolaboratif antar lembaga negara, pelaku industri, dan masyarakat ini memperlihatkan komitmen bersama dalam menciptakan bangsa yang lebih tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana di masa depan.







