Kabar duka melanda Partai NasDem dengan meninggalnya Mayor Jenderal TNI (Purn.) I Gusti Kompyang (IGK) Manila pada Senin, 18 Agustus 2025. Sosok yang dikenal sebagai Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem dan juga mentor bagi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, itu wafat di usia 83 tahun di Rumah Sakit Bunda Menteng, Jakarta Pusat, pukul 08.59 WIB. Kepergian IGK Manila menimbulkan kesedihan mendalam, terutama bagi Surya Paloh yang tidak bisa menyembunyikan rasa duka atas kehilangan sahabat dan sosok panutan tersebut.
Profil dan Perjalanan Karier IGK Manila
IGK Manila lahir di Singaraja, Bali, pada 8 Juli 1942. Ia memiliki perjalanan karier yang sangat beragam, tidak hanya di bidang militer tetapi juga olahraga dan politik. Sebagai lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) angkatan 1964, pria yang pernah menjabat sebagai Mayor Jenderal TNI ini termasuk salah satu dari 15 perwira remaja pertama dalam Korps Polisi Militer. Jabatan puncak yang berhasil diraih dalam karier militer mencerminkan dedikasi dan pengabdian yang tinggi selama bertugas.
Di luar dunia militer, nama IGK Manila harum di dunia olahraga Indonesia. Ia mendapat julukan ‘Bapak Wushu Indonesia’ berkat jasanya dalam mengembangkan cabang olahraga wushu di Tanah Air. Selain itu, kontribusinya dalam sepak bola Indonesia tidak kalah besar. IGK Manila tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah sepak bola nasional dengan membawa timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Ia juga sukses mengantar klub Bandung Raya dan Persija Jakarta meraih gelar juara Liga Indonesia pada 1996 dan 2001.
Surya Paloh dan Rasa Kehilangan yang Mendalam
Surya Paloh, yang telah menjalin hubungan dekat dengan IGK Manila tidak hanya sebagai kolega, tetapi juga sahabat dan mentor, sangat merasakan kehilangan besar. Saat melayat jenazah di Kampus ABN NasDem, Fakultas Pancoran, Jakarta Selatan, raut wajah Paloh tampak jelas tergambar kesedihan. Dalam pernyataannya, Paloh menyebutkan betapa dedikasi dan ketulusan hati IGK Manila selama ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
“Kita amat sangat berduka atas kepergian beliau pada pagi hari tadi, meninggalkan kita dengan satu catatan yang tidak akan pernah kita lupakan. Dedikasi yang diberikannya adalah dengan segala ketulusan hati tanpa mengenal lelah memberikan seluruh kekuatan energi yang dia miliki bagi suatu yang berarti bagi ruang, kapasitas, dan tanggung jawab yang ada di pundaknya,” ujar Paloh.
Lebih jauh, Paloh menekankan bahwa pengabdian IGK Manila tak hanya terbatas di bidang militer dan olahraga, melainkan juga sangat berperan besar dalam pendidikan bela negara dan politik. Sebagai Gubernur Akademi Bela Negara dan Sekretaris Majelis Tinggi Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, almarhum telah memberikan sumbangsih besar dalam proses pembentukan karakter kebangsaan dan kaderisasi partai.
Prosesi Persemayaman dan Rencana Kremasi
Dalam prosesi persemayaman, jenazah IGK Manila disemayamkan di Akademi Bela Negara sebelum nantinya akan dibawa ke Rumah Sakit RSPAD untuk menjalani kremasi. Sesuai pesan almarhum, kremasi ini akan berlangsung pada Rabu pagi pukul 10.00 WIB. Surya Paloh dan keluarga besar NasDem serta civitas akademi memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kita tentu mendoakan kehadirat sang pencipta agar arwah beliau dapat diterima dan ditempatkan di sisi yang paling terbaik. Segala kekurangan, kesilapan, dan dosa yang ada pada dirinya kita mohonkan diampuni,” kata Paloh dengan penuh haru.
Warisan dan Pengaruh IGK Manila
Kepergian IGK Manila menyisakan warisan berupa dedikasi luar biasa dalam berbagai bidang yang ditekuninya. Namanya akan terus dikenang, baik sebagai tokoh militer, figur penting di dunia olahraga, maupun pilar penting dalam pengembangan pendidikan bela negara dan politik di Indonesia. Perjalanan hidup dan pengabdian IGK Manila menjadi contoh integritas dan semangat pengabdian tanpa pamrih yang patut diikuti oleh generasi mendatang.
Surya Paloh menegaskan bahwa hubungan mereka lebih dari sekadar kolega kerja, melainkan juga ikatan persahabatan dan mentorship yang sangat berharga. “Sekali lagi, atas nama seluruh keluarga besar Partai NasDem kita melepaskan jenazah senior, mentor, dan sahabat kita, I Gusti Kompyang Manila,” tutup Paloh.
