PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mengumumkan bahwa mulai Sabtu, 30 Agustus 2025, sebanyak 12 kereta api jarak jauh yang biasanya berangkat dari Stasiun Pasar Senen akan dialihkan berhenti di Stasiun Jatinegara. Kebijakan ini diberlakukan menyusul adanya penutupan akses jalan menuju Pasar Senen, khususnya di kawasan Jalan Kramat Kwitang dan simpang Pasar Senen.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa penutupan akses jalan tersebut berdampak langsung pada operasional kereta dari Pasar Senen. Menindaklanjuti kondisi ini, KAI telah menyiapkan skenario pengalihan stasiun keberangkatan agar layanan tetap berjalan lancar dan penumpang tetap dapat melakukan perjalanan sesuai jadwal.
“Dengan adanya pemberhentian luar biasa ini, pelanggan memiliki pilihan tambahan untuk naik KA dari Stasiun Jatinegara, selain dari Stasiun Pasar Senen,” ujar Ixfan. Menurutnya, langkah ini juga dimaksudkan untuk mengurangi potensi kemacetan dan kepadatan di sekitar Stasiun Pasar Senen selama masa penutupan jalan.
Adapun 12 kereta api jarak jauh yang dialihkan pemberhentiannya ke Stasiun Jatinegara adalah sebagai berikut:
1. KA 110 Fajar Utama Yogyakarta
2. KA 272 Airlangga
3. KA 284 Serayu Pagi
4. KA 204 Tegal Bahari
5. KA 90 Gaya Baru Malam Selatan
6. KA 270 Matarmaja
7. KA 112 Sawunggalih
8. KA 152 Brantas
9. KA 300 Cikuray
10. KA 246 Majapahit
11. KA 260 Tawang Jaya
12. KA 108 Senja Utama Yogyakarta
Ixfan menegaskan bahwa rekayasa pola operasional ini bersifat sementara dan dilakukan dalam koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. Ia juga mengimbau para calon penumpang untuk memperhatikan perubahan stasiun keberangkatan agar tidak terjadi keterlambatan atau ketinggalan kereta.
“Calon penumpang diharapkan menyesuaikan waktu tempuh menuju stasiun keberangkatan yang baru dan memastikan informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan KA,” tambahnya.
Penutupan akses jalan di sekitar Pasar Senen ini merupakan respons terhadap kondisi situasi terkini yang mengharuskan pengalihan pola lalu lintas. Dengan kebijakan ini, KAI berharap pelayanan perjalanan kereta api jarak jauh tetap berjalan dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jasa.
Selain menjaga kelancaran operasi kereta, KAI Daop 1 juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan langkah antisipasi agar gangguan layanan dapat diminimalisasi. Penumpang yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses kanal resmi PT KAI melalui website atau layanan pelanggan.
Penyesuaian sementara ini menandai upaya KAI dalam menghadapi tantangan operasional secara responsif, sekaligus menjaga keandalan transportasi kereta api sebagai pilihan utama masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya. Dengan demikian, KAI memastikan akses perjalanan tetap terjamin walau di tengah pembatasan akses akses transportasi tertentu di Jakarta.







