
Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang menyatakan bahwa Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika adalah pedoman lengkap yang diwariskan para pendahulu bangsa yang harus dijaga dan diamalkan oleh seluruh warga negara.
Dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Yayasan Prananda Surya Paloh, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (20/9), Lestari menyampaikan bahwa dalam menghadapi perubahan global dan disrupsi teknologi, masyarakat Indonesia perlu menyadari pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Empat Pilar Kebangsaan. “Nilai-nilai Pancasila sebagai jiwa kita, UUD 1945 sebagai aturan yang harus dipatuhi, NKRI sebagai wilayah hidup kita, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai kekuatan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Lestari.
Lestari yang akrab disapa Rerie tersebut menggambarkan Empat Pilar Kebangsaan layaknya sebuah aplikasi di ponsel pintar. Pancasila berperan sebagai aplikasi utama yang mengatur dan memfilter setiap tindakan dan sikap warga negara. Kelima sila dalam Pancasila menjadi fitur-fitur penting yang memandu masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga dan menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal, seperti Marsiadapari (budaya gotong royong) di Sumatera Utara. Nilai ini dinilai mampu membangkitkan solidaritas, toleransi, dan kepedulian antarwarga. Pendekatan semacam ini dianggap relevan untuk memelihara kohesi sosial di tengah keberagaman Indonesia.
Lestari juga mengingatkan bahwa keutuhan wilayah NKRI sesungguhnya berada di tangan seluruh anak bangsa. “Karena kita punya kekuatan yang bernama Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda-beda kita tetap satu,” ucapnya. Pernyataan ini menjadi penguat pentingnya mengukuhkan persatuan bangsa sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan bernegara yang kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Rerie membuka Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 untuk Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjadi insan yang qualified, yaitu mereka yang sadar bahwa mereka tahu apa yang mereka ketahui dan harus mencari ilmu ketika belum memahami suatu hal. Sikap ini penting untuk terus belajar dan berkolaborasi demi mencari solusi terbaik bagi persoalan bangsa.
“Keberhasilan dicapai apabila kita mampu bersatu dan memecahkan persoalan dari berbagai sudut pandang. Oleh karena itu, persatuan bangsa harus terus kita wujudkan,” jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini.
Penekanan pada Empat Pilar Kebangsaan sebagai acuan utama menguatkan perlunya integrasi nilai-nilai dasar tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukan hanya doktrin formal, tapi menjadi jiwa yang menghidupkan beragam aktivitas warga negara agar menuju harmoni dan kemajuan sosial. UUD 1945 menetapkan aturan main yang wajib ditaati untuk menjaga ketertiban dan rasa keadilan. NKRI sebagai wilayah legitimasi eksistensi bangsa dan Bhineka Tunggal Ika menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan oleh generasi muda, sebagaimana digelorakan oleh Lestari Moerdijat, akan sangat menentukan keberlangsungan keutuhan dan kesejahteraan bangsa Indonesia di tengah tantangan modern dan perubahan global. Dengan semangat itu, diharapkan Indonesia bisa terus kokoh menjalankan peran serta kontribusinya di kancah dunia, sambil menjaga perdamaian dan persatuan di dalam negeri.
Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan lomba pendidikan kerap kali MPR RI berupaya menguatkan kesadaran berbangsa di kalangan generasi penerus. Hal ini menegaskan betapa pentingnya penanaman nilai-nilai Empat Pilar secara berkelanjutan agar menjadi pondasi kuat dalam menghadapi masa depan bangsa yang penuh dinamika.





