DPRD Jatim Soroti Soal Higienis dan Kualitas MBG sebagai Prioritas Utama

DPRD Jawa Timur memberikan perhatian serius terhadap aspek higienis dan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Dalam kunjungannya, Cahyo Harjo menerima penjelasan langsung dari ahli gizi di SPPG Gayungan dan meninjau area produksi MBG secara langsung. Ia menilai bahwa sarana dan prasarana yang digunakan sudah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN), terutama terkait aspek kebersihan dan higienitas makanan. “Kondisinya sangat bagus, mulai dari luasan ruangan, sirkulasi udara, hingga prosedur kebersihan telah memenuhi standar BGN. Ini harus dipertahankan,” tegas Cahyo.

Sidak tersebut juga merupakan respons atas keluhan yang sempat viral dari siswa SMAN 15 Surabaya terkait aroma kurang sedap pada MBG yang mereka terima. Menyikapi hal ini, Cahyo memastikan bahwa pihak SPPG bersama BGN sedang melakukan penelusuran untuk mendapatkan akar permasalahan. Ia juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak takut mengonsumsi MBG karena proses pengolahan terus diperbaiki demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Proses Kebersihan yang Ketat

Dalam peninjauan, Cahyo mengapresiasi prosedur pencucian bahan makanan yang dijalankan SPPG Gayungan. Ia menjelaskan bahwa bahan makanan melewati tiga tahap pencucian yang ketat. Pertama bahan direndam, kemudian dicuci secara manual, dan terakhir disterilkan menggunakan air panas. Menurutnya, langkah-langkah tersebut bahkan lebih teliti dibandingkan sebagian restoran yang ada. "Tidak semua restoran melakukan sterilisasi sedalam ini. Cukup meyakinkan bahwa kualitas kegiziannya tidak dikompromikan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap batch MBG yang disiapkan benar-benar higienis dan bebas dari potensi kontaminasi yang dapat menurunkan kualitas maupun membahayakan kesehatan penerima.

Peran dan Tantangan SPPG

SPPG sebagai penyedia layanan MBG memiliki peran utama dalam memastikan makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi tetapi juga layak dikonsumsi dari segi kebersihan dan keamanan. Program MBG sendiri merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Jawa Timur.

Kendati demikian, keluhan dari penerima manfaat harus menjadi masukan penting bagi peningkatan mutu layanan. "Kualitas layanan MBG harus terus ditingkatkan agar mendukung keberlangsungan program ini. Higienitas dan cita rasa makanan harus menjadi perhatian utama agar penerima merasa nyaman dan program berjalan efektif,” ujar Cahyo Harjo.

Penanganan Keluhan dan Pengawasan Berkelanjutan

Menanggapi viralnya keluhan dari siswa SMAN 15, DPRD Jatim bersama dengan SPPG dan BGN berkomitmen menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius. Pengawasan ketat serta evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memperbaiki sistem produksi dan distribusi MBG.

DPRD juga mendorong keterlibatan masyarakat dan sekolah untuk memberikan feedback secara konstruktif, sehingga setiap hambatan dalam pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan segera diatasi. Dengan demikian, keberadaan MBG tidak hanya sekadar program bantuan, melainkan juga kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi anak-anak di Jawa Timur.

Dalam jangka panjang, penguatan standar kebersihan dan mutu menjadi fondasi agar program MBG dapat benar-benar memberi manfaat optimal sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Src: https://mediaindonesia.com/nusantara/815529/soal-higienis-dan-kualitas-mbg-menjadi-perhatian-serius-dprd-jatim-?page=all

Berita Terkait

Back to top button