Perhumas Muda Jakarta Raya Dorong Pemimpin Narasi Lewat RECON PR 2.0

Perhumas Muda Jakarta Raya (PMJR) kembali menggelar ajang tahunan bertajuk Reconnect Public Relations (RECON PR 2.0) di Universitas Bakrie sebagai upaya untuk mendorong lahirnya pemimpin narasi di kalangan generasi muda. Acara ini fokus pada penguatan personal branding yang autentik dan kredibel, sebagai respons terhadap tantangan disinformasi serta polarisasi publik yang kian meluas di era digital saat ini.

RECON PR 2.0 mengusung tema “Personal Branding dan Peran Humas Muda sebagai Pemimpin Naratif di Era Polarisasi”. Forum ini bukan sekadar tempat berkumpul, namun menjadi ruang diskusi intensif yang melibatkan humas muda, para praktisi industri komunikasi, akademisi, hingga mahasiswa. Mereka bersama-sama mengkaji pentingnya membangun narasi publik yang konstruktif dan membangun di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terfilter.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Perhumas Indonesia, Rizky Saragih, menyampaikan bahwa kredibilitas adalah modal utama bagi profesi humas. Ia menegaskan, “Dalam menghadapi era polarisasi, personal branding yang berempati dan beretika menjadi kunci. Melalui kolaborasi dan narasi positif, mari bersama untuk kembali menyuarakan Indonesia Bicara Baik untuk kebaikan Indonesia di mata dunia.” Pernyataan ini menekankan urgensi integritas dan empati dalam membangun citra, sekaligus memperkuat posisi humas sebagai pemimpin opini.

RECON PR 2.0 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang yang memberikan perspektif mendalam mengenai komunikasi yang etis, sinergi antara brand dan influencer, serta pentingnya konsistensi dalam membangun personal branding. Ketua Bidang Pengembangan Keanggotaan dan Perhumas Muda Indonesia, Steve Saerang, menyoroti inti dari personal branding dengan mengatakan, “Nama kita adalah brand kita. Personal branding adalah tentang kejelasan, konsistensi, keaslian, dan nilai yang dibangun dengan integritas.” Ia menegaskan bahwa fondasi tersebut menjadi modal penting bagi humas muda agar mampu mengembangkan cerita yang bermakna dan berdampak.

Selain itu, komunikasi digital yang sehat dan kolaborasi lintas sektor juga menjadi fokus utama dalam diskusi. Communication Director Vero Public Relations Fuad Arrasyid dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Mirana Hanathasia, turut berbagi wawasan seputar praktik komunikasi profesional yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tren media sosial. Influencer muda Andri Senopati melengkapi diskusi dengan pandangannya mengenai pentingnya membangun narasi yang otentik serta dampaknya terhadap citra pribadi dan publik di dunia digital.

Ketua Pelaksana RECON PR 2.0 sekaligus anggota Perhumas Muda, Ibnu Arya Fahrizky, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya sebuah forum diskusi, tetapi juga solusi strategis untuk mengatasi tantangan komunikasi di era polarisasi. “Generasi muda perlu berani menjadi pemimpin narasi. Melalui RECON PR 2.0, kami ingin menghadirkan kolaborasi yang memungkinkan generasi muda untuk saling belajar, berbagi wawasan, dan bersama memperkuat peran humas dalam membangun citra positif bangsa,” ujarnya.

Penyelenggaraan RECON PR 2.0 bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, yang diharapkan dapat memadukan aspek akademik dan praktisi. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan humas muda yang adaptif, profesional, serta siap menghadapi kompetisi global. Sinergi tersebut diyakini mampu memperkaya kualitas sumber daya manusia di bidang komunikasi publik.

Gerakan yang digagas oleh Perhumas Muda Jakarta Raya ini selaras dengan kampanye nasional #IndonesiaBicaraBaik, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat, positif, dan inklusif. RECON PR 2.0 memperlihatkan komitmen kuat dalam membentuk generasi humas yang tidak hanya mahir dalam membangun citra, namun juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak sosial positif bagi bangsa dan negara.

Src: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/VNnwpavb-perhumas-muda-jakarta-raya-dorong-lahirnya-pemimpin-narasi-lewat-recon-pr-2-0?page=all

Terkait