Jenazah ke-19 dan ke-20 Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Akhirnya Ditemukan

Petugas tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah ke-19 dan ke-20 korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Sabtu malam, 4 Oktober 2023 sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua jenazah tersebut berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang roboh dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Evakuasi jenazah ke-19 dilakukan pada pukul 21.59 WIB dari sektor A3 reruntuhan, diikuti jenazah ke-20 pada pukul 22.01 WIB di lokasi yang sama. Penemuan ini menambah jumlah total korban meninggal dunia menjadi 20 orang dari 124 korban yang terlibat dalam insiden ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 15 jenazah yang belum teridentifikasi oleh tim SAR.

Proses Evakuasi dan Penanganan Korban

Tim SAR gabungan yang terdiri dari sekitar 400 petugas, terdiri atas Basarnas, kepolisian, tim medis, dan relawan, terus melakukan pencarian dan evakuasi korban secara bergantian selama 24 jam tanpa henti. Upaya ini dilakukan dengan metode kerja shift, agar proses pencarian dapat berlangsung maksimal dan cepat mengurangi risiko hilangnya waktu berharga bagi korban yang masih tertimbun.

Musala yang ambruk tersebut merupakan bagian dari fasilitas Ponpes Al Khoziny, yang saat kejadian sedang digunakan oleh para santri. Kondisi reruntuhan yang tidak stabil dan kompleks membuat proses evakuasi menjadi tantangan besar bagi seluruh petugas SAR. Dalam beberapa hari terakhir, tim terus meningkatkan koordinasi dan penggunaan alat berat demi mempercepat evakuasi.

Data Korban Hingga Saat Ini

Berikut adalah rangkuman data korban akibat ambruknya musala Ponpes Al Khoziny berdasarkan laporan terbaru dari tim SAR dan pihak kepolisian:

  1. Jumlah total korban yang tertimpa reruntuhan: 124 orang
  2. Korban meninggal dunia: 20 orang (termasuk jenazah ke-19 dan ke-20 yang baru ditemukan)
  3. Korban yang belum teridentifikasi: 15 jenazah
  4. Proses identifikasi masih terus berjalan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim

Pihak berwenang juga terus melakukan komunikasi intensif dengan keluarga korban, sekaligus menghimbau masyarakat untuk bersabar selama proses pencarian dan identifikasi.

Langkah Penanganan Selanjutnya

Selain evakuasi korban, tim SAR juga fokus melakukan evakuasi material reruntuhan dan memeriksa struktur bangunan di sekitar musala untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya susulan. Tim ahli konstruksi dan keselamatan bangunan diundang untuk memberikan penilaian mengenai penyebab ambruk serta mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pemerintah daerah Sidoarjo dan instansi terkait juga tengah menyiapkan bantuan logistik dan psikososial bagi para korban dan keluarga yang terdampak. Posko integrasi pun dibuka sebagai pusat koordinasi antara tim SAR, medis, dan relawan dalam membantu proses pencarian dan penanganan.

Musibah ambruknya musala Ponpes Al Khoziny ini menjadi perhatian serius tidak hanya oleh pemerintah daerah, melainkan juga oleh masyarakat luas. Upaya penyelamatan masih terus dilakukan agar seluruh korban dapat ditemukan dan kondisi keamanan di lokasi bisa segera dipastikan. Informasi terkini mengenai perkembangan evakuasi dan data korban diharapkan akan diinformasikan secara transparan agar keluarga dan masyarakat mendapatkan kepastian.

Source: mediaindonesia.com

Terkait