Sejumlah petugas gabungan berhasil mengevakuasi sebuah mobil mewah bermerk Mercedes-Benz yang remuk tertimpa reruntuhan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Mobil berwarna hitam tersebut ditemukan dalam kondisi ringsek parah setelah ambruknya bangunan musala yang terjadi beberapa hari lalu.
Mobil Mercy tersebut diparkir di sebelah timur bangunan musala, tepat di samping rumah pengasuh ponpes. Ketua RT 7/RW 3 Desa Buduran, Munir, menyampaikan bahwa kendaraan itu berada di lantai paling bawah reruntuhan, sehingga awalnya warga dan petugas tidak menyadari keberadaannya. “Mobil itu berada di lantai paling bawah, jadi memang tidak langsung terlihat. Apalagi saat kejadian terdengar suara keras seperti dentuman dan debu tebal menutupi lokasi,” ujar Munir, mengutip dari akun Instagram @surabayakabarmetro.
Evakuasi mobil dilakukan dengan hati-hati pada sore hari, Sabtu 4 Oktober 2025, dengan menggunakan alat berat ekskavator oleh tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah bangkai mobil diangkat, kendaraan tersebut dipindahkan ke atas truk DLHK dan selanjutnya dibawa keluar area pesantren.
Mobil tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah terutama di bagian atap dan depan. Dari foto dan video yang banyak beredar di media sosial, mobil sedan mewah ini menunjukkan ciri-ciri sebagai Mercedes-Benz S-Class W221, antara lain terlihat dari desain tutup tangki bahan bakar yang berbentuk kotak di sisi kanan, overfender tebal pada roda depan, serta garis lekukan khas di bawah gagang pintu. Sayangnya, kondisi yang rusak berat serta tertutup debu dan reruntuhan membuat penyebutan nomor plat kendaraan dan kepemilikan resmi belum dapat dipastikan. Namun, dugaan kuat menyatakan mobil tersebut milik pengasuh Ponpes Al Khoziny.
Menariknya, setelah mobil tersebut sempat diangkut ke tempat pembuangan akhir menggunakan dump truk, bangkai mobil kemudian dikembalikan kembali ke kediaman pengasuh pesantren. Langkah ini diduga untuk keperluan proses penyelidikan serta dokumentasi lebih lanjut.
Kondisi Korban dan Penanganan Pasca-Kejadian
Insiden ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny menimbulkan dampak tragis dengan puluhan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah korban telah berhasil ditemukan. Menurut Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, sebanyak 63 jenazah yang terdiri dari 61 utuh dan tujuh berupa potongan tubuh telah dievakuasi dari reruntuhan.
“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Area tersebut sudah bersih dari material runtuhan bangunan sehingga sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah yang tertinggal,” jelas Budi Irawan saat konferensi pers di posko tanggap darurat Ponpes Al Khoziny pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Meskipun pencarian jenazah telah selesai, proses identifikasi korban masih berlangsung melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hal ini penting untuk memastikan jumlah korban secara resmi serta membantu keluarga korban dalam proses pemulangan jenazah.
Respons Pemerintah dan Proses Investigasi
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memanggil sejumlah pihak terkait insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kejadian ini dan mencari tahu penyebab ambruknya bangunan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Proses evakuasi dan investigasi kebangkrutan musala ini melibatkan berbagai instansi mulai dari Basarnas, BNPB, hingga kepolisian guna memastikan keselamatan masyarakat serta memberikan respons cepat terhadap bencana ini.
Kemunculan detail kerusakan mobil Mercedes-Benz yang remuk parah juga menjadi salah satu perhatian masyarakat serta media. Kondisi tersebut menjadi bukti betapa dahsyatnya dampak ambruknya bangunan ponpes yang selama ini menjadi pusat kegiatan pendidikan agama di Kecamatan Buduran.
Insiden ini secara keseluruhan menggambarkan besarnya dampak tragedi yang menimpa Ponpes Al Khoziny baik dari sisi korban jiwa maupun infrastruktur. Pemulihan dan evaluasi menyeluruh diyakini akan menjadi fokus utama pemerintah dan masyarakat setempat ke depan.
Source: www.viva.co.id






