Kesadaran masyarakat Indonesia untuk rutin memeriksakan kesehatan masih sangat rendah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lebih dari 70 persen penduduk Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kondisi ini memicu kekhawatiran lantaran penyakit yang biasa diderita oleh orang tua kini mulai menyerang anak muda, khususnya generasi milenial.
Data dari International Diabetes Federation (IDF) mengungkapkan lebih dari 20 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes. Yang perlu menjadi perhatian, peningkatan kasus diabetes kini paling pesat terjadi di kelompok usia 20-40 tahun. Di samping itu, Kemenkes mencatat sekitar 35 persen masyarakat usia produktif memiliki kadar kolesterol tinggi. Bahkan hampir satu dari lima anak muda sudah menunjukkan tanda-tanda pra-diabetes, suatu kondisi yang jika tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Tiga penyakit metabolik yang selama ini menjadi penyebab utama kematian, yaitu hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah jika dilakukan deteksi dan penanganan sejak dini. Namun karena minimnya kesadaran untuk melakukan pengecekan kesehatan secara rutin, masalah ini kian membesar.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Partai NasDem melalui Badan Prokes menggelar layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bagi masyarakat di NasDem Tower, Jakarta, pada Jumat, 25 Oktober 2025. Fokus utama pelayanan ini adalah pemeriksaan penyakit-penyakit metabolik yang sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang sulit dirasakan di awal, seperti pemeriksaan gula darah, kadar kolesterol, dan asam urat.
Menurut Ketua Umum Badan Prokes Partai NasDem, dr. Cashtry Meher, kegiatan ini adalah wujud nyata dari politik kemanusiaan yang diusung partainya. “Kami tidak menunggu rumah sakit penuh, tapi justru mendatangi rakyat dengan membawa pelayanan kesehatan langsung ke jantung masyarakat,” ungkapnya. Ia menyatakan upaya semacam ini penting untuk menjangkau masyarakat yang selama ini enggan atau belum terbiasa memeriksakan kesehatan secara berkala.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi faktor utama tingginya angka penyakit metabolik pada anak muda. “Dulu penyakit gula, kolesterol, dan asam urat dikenal sebagai penyakit orang tua. Sekarang banyak menyerang anak muda karena kebiasaan minum minuman manis, makan cepat saji, dan kurang bergerak,” jelas Saan.
Kegiatan ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam memberikan akses cek kesehatan gratis melalui fasilitas Puskesmas. Selain pemeriksaan dan pengobatan, acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Partai NasDem tersebut juga membagikan paket sembako berisi minyak dan beras kepada masyarakat yang hadir. Lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, termasuk sopir ojek online, ikut serta dalam kegiatan ini.
Berbagai fakta ini menjadi peringatan bagi generasi muda agar lebih memperhatikan kesehatan sejak dini. Pola makan yang cenderung tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko utama meningkatnya kasus penyakit metabolik di kalangan anak muda saat ini. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kunci pencegahan dan pengendalian agar penyakit yang semula identik dengan orang lanjut usia tidak menggerogoti kualitas hidup generasi produktif.
Berbagai upaya preventif dan edukasi kesehatan perlu terus digalakkan agar masyarakat, terutama generasi milenial, mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan. Pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, dan pengelolaan stres merupakan langkah awal yang efektif untuk menangkal ancaman “silent killer” yang kini semakin mengintai populasi muda. Pemerintah dan organisasi masyarakat diharap terus bersinergi dalam memfasilitasi layanan kesehatan agar mencapai target pencegahan penyakit tidak menular secara menyeluruh.
Source: www.viva.co.id
