Pemerintah desa menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjalankan tugas administrasi, pelayanan publik, dan penyusunan kebijakan yang transparan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, peningkatan kompetensi perangkat desa menjadi prioritas utama agar tata kelola desa semakin profesional dan efektif.
Kelengkapan fondasi data juga menjadi aspek penting agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa tepat sasaran dan berkelanjutan. Tanpa data yang terstruktur, risiko kegagalan pengelolaan anggaran dan program pembangunan akan meningkat secara signifikan.
Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa oleh PT S2P
Menjawab tantangan di lapangan, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) melalui PLTU Cilacap menginisiasi program pelatihan dan studi banding bagi perangkat desa di Desa Sijenggung. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengelolaan data desa dan menghasilkan kebijakan pembangunan berbasis data yang akurat dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Peserta program berasal dari Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. Kegiatan utama meliputi pelatihan penggunaan web data desa, forum diskusi kelompok (FGD), dan kunjungan langsung ke Desa Sijenggung untuk memahami praktik terbaik pengelolaan data digital dan pelayanan publik.
Dengan metode studi banding, peserta dapat melihat langsung implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Program ini terbukti meningkatkan efisiensi administrasi serta meningkatkan kualitas layanan publik dan kemudahan kerja perangkat desa secara signifikan.
Dalam FGD, perangkat desa mendiskusikan hasil pembelajaran dari kunjungan dan menyusun rencana konkret pengimplementasian digitalisasi data di wilayah masing-masing. Upaya ini bertujuan menjadikan pengelolaan data sebagai tulang punggung pengambilan keputusan di tingkat desa.
Prioritas Data Desa dalam Penguatan Tata Kelola
Program pelatihan menekankan pentingnya beberapa kategori data yang menjadi prioritas, yaitu:
- Data kependudukan, termasuk jumlah penduduk, usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial ekonomi.
- Data kemiskinan dan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
- Data potensi ekonomi desa, seperti UMKM, pertanian, peternakan, dan tenaga kerja lokal.
- Infrastruktur dan kondisi lingkungan desa.
- Data layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial, yang berhubungan dengan indikator SDGs Desa.
Data yang selama ini tersebar dan sulit diakses makin terintegrasi secara digital sehingga perencanaan pembangunan dan penganggaran dapat terhubung secara langsung dan transparan.
Efisiensi Administrasi dan Kompetensi Aparatur Desa
Pelatihan tidak hanya fokus pada pengelolaan data, tetapi juga menyederhanakan proses administrasi perangkat desa. Pengelolaan data yang sistematis memungkinkan proses pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat, yang secara langsung meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Aparatur desa juga mendapat kemampuan memantau penggunaan anggaran secara berkala dan melakukan evaluasi berbasis indikator yang jelas. Hal ini mendukung tata kelola desa yang transparan dan akuntabel.
Peningkatan kapabilitas tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri aparat desa dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan konsisten. Menurut Zam Zam Nurjaman, Manager LK3 & CSR PT S2P, penguatan kompetensi perangkat desa merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi tata kelola desa yang adaptif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT S2P berkomitmen mendampingi masyarakat dan pemerintah desa agar berkembang secara mandiri, transparan, serta berkelanjutan. Program ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah desa dalam memperkuat fondasi pembangunan desa.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id