4 Korban Meninggal Bus Terguling di Exit Tol Pemalang Resmi Dimakamkan

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus terguling di Exit Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang, telah mulai dimakamkan di Kota Semarang pada Minggu, 26 Oktober 2024. Empat jenazah korban yang meninggal dalam insiden tersebut, yakni Abdul Gofur, Sri Fitriani, Endah Ciptaningrum, dan Khomsiyah, tiba di Semarang dengan empat unit mobil ambulans dan segera disemayamkan di dua tempat pemakaman umum (TPU).

Suasana duka masih sangat dirasakan warga Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Puluhan warga tampak berkumpul di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para korban. Sugeng Purwoko, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bendan Ngisor, menjelaskan bahwa pemakaman jenazah dimulai sejak pukul 09.30 WIB.

Abdul Gofur dimakamkan terlebih dahulu di Pemakaman Muslim Raudhatul Jannah, Kecamatan Gunungpati, sementara tiga jenazah lainnya, yakni Khomsiyah, Sri Fitriani, dan Endah Ciptaningrum, disemayamkan di TPU Bendan Ngisor sekitar pukul 13.00 WIB. Sugeng menambahkan, jenazah keempat korban tersebut tiba di Kota Semarang pada Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung diserahkan kepada keluarga.

Kecelakaan tragis ini terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2024, ketika bus yang membawa rombongan wisata dari Forum Komunikasi Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor tengah melintasi Exit Tol Gandulan dalam perjalanan menuju Guci, Kabupaten Tegal. Bus kemudian terguling sehingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Penghentian Kegiatan Rekreasi

Dampak dari kecelakaan ini cukup berat bagi komunitas FKK Bendan Ngisor, sehingga aktivitas rekreasi yang sebelumnya sudah direncanakan untuk beberapa gelombang berikutnya harus dihentikan sementara. Sugeng Purwoko menyampaikan bahwa rencana keberangkatan rekreasi minggu depan juga dibatalkan sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas kejadian tersebut.

Menurutnya, pembatalan ini tidak hanya sebagai bentuk belasungkawa, tetapi juga sebagai penghormatan kepada 32 anggota FKK yang merupakan pejuang dalam pemberantasan jentik-jentik nyamuk, yang menjadi bagian dari rombongan dalam kejadian kecelakaan tersebut.

Penanganan Korban Selamat

Selain korban meninggal dunia, sejumlah korban yang selamat dari kecelakaan bus tersebut sudah mulai kembali ke Kelurahan Bendan Ngisor. Beberapa di antaranya langsung dirujuk ke rumah sakit di Semarang karena membutuhkan perawatan lebih lanjut. Namun, masih terdapat korban yang dirawat intensif di dua rumah sakit di Pemalang akibat luka serius yang dialami saat kecelakaan terjadi.

Pihak medis dan keluarga terus memberikan perhatian penuh bagi pemulihan para korban luka. Sementara itu, penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan bus tersebut juga masih berlangsung. Diketahui dari laporan resmi Kementerian Perhubungan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut tidak terdaftar dalam data resmi, sehingga menjadi sorotan publik dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi izin operasional dan standar keselamatan transportasi wisata.

Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi pengelola transportasi dan penyelenggara kegiatan wisata agar selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap perjalanan. Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan yang beroperasi di jalur tol, khususnya yang digunakan untuk perjalanan rombongan wisata, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Source: mediaindonesia.com

Exit mobile version