Pemerintah kembali membuka kesempatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2026. Program ini dirancang khusus agar mahasiswa berprestasi dengan latar belakang ekonomi prasejahtera dapat memperoleh pendidikan tanpa hambatan biaya. Khusus bagi peserta yang mengikuti jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, pendaftaran KIP Kuliah sudah dapat dilakukan lebih awal agar data dapat tersinkronisasi dengan sistem seleksi nasional.
Melalui KIP Kuliah, penerima manfaat tidak hanya dibebaskan dari biaya pendidikan, tetapi juga memperoleh bantuan biaya hidup bulanan sesuai wilayah perguruan tinggi. Dengan begitu, mahasiswa dapat lebih fokus pada studi tanpa khawatir soal kebutuhan pokok sehari-hari.
Besaran Bantuan KIP Kuliah 2026
Bantuan biaya hidup yang diberikan kepada penerima KIP Kuliah berbeda-beda setiap bulan berdasarkan klaster wilayah tempat perguruan tinggi berada. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pembagian klaster beserta nominal bantuannya adalah sebagai berikut:
- Klaster 1: Rp800.000 per bulan
- Klaster 2: Rp950.000 per bulan
- Klaster 3: Rp1.100.000 per bulan
- Klaster 4: Rp1.250.000 per bulan
- Klaster 5: Rp1.400.000 per bulan
Skema ini memastikan bantuan diberikan dengan mempertimbangkan biaya hidup di masing-masing daerah sehingga manfaatnya dapat maksimal.
Jadwal dan Prosedur Pendaftaran KIP Kuliah SNBP 2026
Pendaftaran KIP Kuliah umumnya dibuka sehari sebelum pendaftaran SNBP dimulai. Untuk tahun 2026, pendaftaran SNBP dijadwalkan mulai tanggal 3 Februari 2026. Oleh karena itu, calon mahasiswa dapat mulai mengajukan pendaftaran KIP Kuliah pada awal Februari melalui situs resmi https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id.
Langkah-langkah pendaftaran KIP Kuliah adalah sebagai berikut:
- Kunjungi situs resmi KIP Kuliah di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id
- Pilih menu “Pendaftaran Akun” dan masukkan data pribadi seperti NIK, NISN, NPSN, dan alamat email aktif.
- Tunggu validasi data otomatis dari sistem. Jika sudah valid, Anda akan menerima Nomor Pendaftaran dan Kode Akses via email.
- Gunakan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses tersebut untuk login dan melanjutkan pengisian formulir pendaftaran.
- Pilih jalur seleksi yang diikuti (SNBP, SNBT, atau Mandiri) dan unggah dokumen pendukung sesuai permintaan.
Setelah diterima di perguruan tinggi, pihak kampus akan melakukan verifikasi data sebelum mengajukan nama penerima resmi KIP Kuliah ke Kemendiktisaintek.
Persyaratan Umum dan Kriteria Ekonomi Pendaftar
Calon penerima KIP Kuliah harus merupakan lulusan SMA/SMK/sederajat dalam rentang waktu maksimal dua tahun terakhir (lulusan 2024–2026). Mereka juga harus sudah dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri atau swasta melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri. Selain memiliki prestasi akademik yang baik, pendaftar harus berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Untuk memenuhi syarat ekonomi, dokumen yang perlu disiapkan antara lain:
- Bukti pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp4 juta per bulan, atau rata-rata penghasilan per anggota keluarga tidak lebih dari Rp750.000 per bulan.
- Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan oleh pemerintah setempat minimal di tingkat desa atau kelurahan.
- Dokumen pendukung lain seperti tagihan listrik, air, atau foto kondisi rumah yang dapat menunjukkan gambaran keadaan ekonomi keluarga.
Semua dokumen tersebut akan diverifikasi ketat oleh pihak perguruan tinggi sebelum status penerima KIP Kuliah disetujui.
Proses Seleksi dan Verifikasi
Seleksi penerima KIP Kuliah akan berjalan berlapis mulai dari proses di Kemendiktisaintek, validasi data oleh BPS, hingga verifikasi akhir di kampus tujuan. Calon mahasiswa yang telah lolos SNBP dan memenuhi persyaratan ekonomi akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup secara otomatis tanpa perlu membayar biaya kuliah.
Program KIP Kuliah 2026 merupakan upaya strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan merata. Tidak hanya membantu mengatasi hambatan biaya, program ini juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dengan memberikan akses bagi siswa berpotensi dari keluarga kurang mampu. Dengan pemahaman terkait syarat, prosedur, dan kriteria ekonomi yang jelas, para calon mahasiswa dapat mempersiapkan pendaftaran dengan lebih baik dan memperoleh manfaat maksimal dari program ini.
