Absen di Kongres Projo III, Dokter Sarankan Jokowi Istirahat Total demi Kesehatan

Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan tidak menghadiri Kongres III Organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 1-2 November 2025. Ketidakhadiran Jokowi di acara yang sangat dinantikan tersebut dikonfirmasi oleh Komisaris Polisi Syarif Muhammad selaku ajudan Presiden.

Alasan Kesehatan dan Anjuran Tim Dokter

Menurut penjelasan Syarif Muhammad, Jokowi tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. Tim dokter yang menangani Presiden mengharuskannya untuk beristirahat penuh dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu. “Karena pertimbangan tim dokter yang menganjurkan Bapak (Jokowi) untuk beristirahat dan tidak beraktivitas di luar ruangan,” ujar Syarif saat ditemui di Jakarta.

Keputusan ini diambil semata-mata demi menjaga kondisi kesehatan Presiden agar dapat pulih optimal dan dapat kembali menjalankan tugas negara dengan baik. Ketidakhadiran ini sekaligus membatalkan rencana Jokowi yang sebelumnya dijadwalkan membuka secara langsung Kongres III Projo serta memberikan sambutan di hadapan para peserta dan anggota organisasi.

Pesan Semangat melalui Video Pendek

Meski absen secara fisik, Jokowi tetap memberikan dukungan dan motivasi bagi seluruh keluarga besar Projo melalui sebuah video singkat yang dikirimkan kepada panitia. Dalam video tersebut, Jokowi menyampaikan pesan semangat dan dorongan bagi para peserta kongres untuk terus bekerja dan berjuang dalam membangun organisasi serta memberi kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Komisaris Polisi Syarif menyampaikan, “Sebagai gantinya, bapak telah mengirimkan video singkat berisi pesan dan semangat bagi seluruh Keluarga Besar Projo dan peserta kongres.” Video ini diharapkan dapat menjadi pengganti kehadiran langsung Jokowi yang tidak memungkinkan karena kondisi kesehatan.

Harapan Projo dan Konfirmasi Awal kehadiran Jokowi

Sebelumnya, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, telah menyatakan bahwa Presiden ke-7 RI tersebut akan hadir dan membuka Kongres III secara resmi. Dalam konferensi pers yang digelar di kantor DPP Projo, Jakarta Selatan pada 29 Oktober 2025, Budi Arie menegaskan kesiapan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina Projo untuk menjadi pembuka acara penting ini.

Budi Arie bahkan berharap agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, dapat turut hadir dalam kongres tersebut. “Juga Pak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo yang sedang kunjungan ke luar negeri juga sudah terkomunikasi. Mudah-mudahan beliau ada di Indonesia dan akan hadir dalam acara Kongres III Projo dan tentu bersama Pak Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka,” ujar Budi Arie.

Agenda Kongres dan Kepengurusan Baru Projo

Kongres III ini penting karena akan menghasilkan susunan kepengurusan baru DPP Projo. Namun, hingga saat ini, Budi Arie mengaku belum tahu apakah dirinya akan kembali menjabat sebagai Ketua Umum Projo atau tidak. Keputusan mengenai kepengurusan baru akan diumumkan secara resmi dalam kongres sebagai bagian dari regenerasi dan penguatan organisasi.

Projo Sebagai Organisasi Relawan Pendukung Jokowi

Organisasi Projo dikenal sebagai kelompok relawan yang aktif mendukung dan mengawal program-program Pemerintahan Jokowi sejak awal. Adanya kongres ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur organisasi dan kembali meneguhkan loyalitas para kadernya dalam menghadapi dinamika politik nasional.

Meski Jokowi tidak bisa hadir secara langsung karena kondisi kesehatan, kehadiran virtual dan dukungan moralnya tetap menyemangati para anggota untuk terus konsisten berkontribusi. Projo berharap agar Presiden dapat segera pulih dan kembali aktif menjalankan tugas kenegaraan serta organisasi.

Kondisi kesehatan Jokowi yang mengharuskan istirahat ini juga menjadi perhatian publik serta media, mengingat pentingnya peran Presiden dalam dinamika politik dan pemerintahan Indonesia saat ini. Pengumuman resmi dari tim medis dan staf kepresidenan menjadi sumber kepastian bagi masyarakat dan memastikan bahwa segala kegiatan kenegaraan batal atau menyesuaikan agenda demi pemulihan Pemimpin Negeri.

Exit mobile version